Cegah Covid-19, Mahasiswi Unsyiah Ajak Masyarakat Gunakan Masker
Barometer99.com, NAGAN RAYA - Guna menekan dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), dua mahasiswi Unsyiah asal Nagan Raya membagikan masker kepada masyarakat, di Pasar Jeuram, Kecataman Seunagan, Nagan Raya, Sabtu, 27 Juni 2020.Kegiatan yang dilakukan dua mahasiswi Unsyiah ini, merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Covid-19 yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
Kedua mahasiswi tersebut yaitu Nadia Septi dan Novita Sari. Nadia Septi merupakan mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan Novita Sari adalah mahasiswi Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah. Mereka adalah mahasiswi Angkatan 2017 yang berasal dari Gampong Sapek dan Gampong Jeuram, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya.
Menurut Nadia, kegiatan pembagian masker kepada masyarakat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, yang mewabah di seluruh dunia. Selain itu, masker kini wajib digunakan saat berpergian, terutama ke tempat keramaian, salah satunya pasar.
"Sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebuah Badan Kesehatan Dunia dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang betindak sebagai koordinator kesehahan umum di seluruh dunia," kata Nadia.
“Virus COVID-19 adalah ‘musuh’ yang tidak dapat kita lihat dengan mata. Penyebarannya sangat cepat yaitu melalui air liur (droplet) yang keluar dari mulut dan hidung kita. Bisa jadi, sekarang kita sudah terinfeksi oleh virus tersebut dan kita tidak merasakan gejalanya,” ungkap Nadia.
Selain itu, Novita menambahkan, WHO menganjurkan kita untuk menggunakan masker agar tidak tertular dan menularkan virus. Selain menggunakan masker, WHO menganjurkan untuk membersihkan tangan dengan sabun atau sanitizer untuk mencegah penyebaran virus yang ada di tangan.
“Kemudian, selalu jaga jarak dengan orang lain paling sedikit 1 meter dan sebisa mungkin hindari tempat keramainan, seperti warung kopi, kalau tidak memiliki kepentingan. Jika tidak bisa dihindari, seperti bekerja di tempat keramaian, tubuh kita harus tetap bersih dan sehat,” jelas Novita
Disamping itu, masker yang dibagikan oleh Nadia dan Novita merupakan masker kain yang dapat dijahit sendiri dirumah. Setelah menggunakan masker kain ketika di luar rumah, Kedua mahasiswi ini menganjurkan untuk mencuci masker dengan sabun lalu dijemur dibawah sinar matahari agar dapat digunakan kembali.
Novita berharap, virus COVID-19 tidak menulari masyarakat di Nagan Raya. Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh masyarakat Nagan Raya agar dapat mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO.
“Sampai hari ini, belum ada kasus positif Covid-19 di Nagan Raya. Saya harap, Nagan Raya bebas dari Covid-19, agar masyarakat dapat beraktivitas dan beribadah dengan nyaman,” tegas Novita.
Disisi lain, Nadia mengatakan bahwa keberadaan virus COVID-19 baru dapat dideteksi dengan uji swab menggunakan real-time Polymerase Chain Reaction (qPCR) di Laboratorium Biologi Molekuler yang memiliki standar keselamatan (Biology Safety Level) paling rendah tingkat 2.
Penyebaran virus COVID-19 di Nagan Raya, lanjut Nadia, baru dapat diprediksi dengan akurat jika seluruh atau sebagian besar masyarakat Nagan Raya telah diuji swab qPCR karena memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
“Oleh sebab itulah, saya berharap Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya dapat melakukan tes massal Covid-19 dengan qPCR untuk seluruh masyarakat Aceh, khususnya Nagan Raya. Saya yakin Pemerintah Aceh memiliki anggaran yang cukup dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebanyak Rp 1,7 triliun untuk ‘berperang’ dengan Covid-19 di Aceh,” pungkas Nadia.
Laporan : Zoni Jamil
Editor : Herbi.
.png)


0 Comments: