Terkait Penanggulangan Sampah di Sungai Idi, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur Kedepankan Sosialisasi
Barometer99.com, ACEH TIMUR - Pencemaran Sungai Idi seperti
plastik, akan menimbulkan zat kimia yang di khawatirkan dapat mencemari air dan tanah sehingga tingkat kesuburannya menurun.
Sedangkan pembuangan sampah plastik secara sembarangan di sungai, akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan alirannya, sehingga dapat menyebabkan banjir. Belum lagi masyarakat yang kesehariannya hobi memancing di sungai setiap hari tersangkut plastik.
Terkait sampah disepanjang Sungai Idi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Yunus yang didampingi masyarakat Tepi Sungai Praja usai melaksanakan gotong royong massal mengatakan, yang paling utama secepatnya kita akan membuat spanduk-spanduk berbentuk sosialisasi ke desa-desa yang berdekatan dengan sungai, terkait dengan sampah itu juga Aceh Timur telah ada Perbup tentang pengelolaan sampah dilarang buang sembarangan.
Muhammad Yunus menerangkan, sampah yang dibuang kesungai akan menyebabkan pencemaran, karena sungai telah menjadi jorok, adapun habibat-habitat didalam sungai tersebut akan menghilang dengan sendirinya sedikit demi sedikit, termasuk banjir.
"Jadi kita segera mungkin membuat spanduk-spanduk yang berbentuk sosialisasi tentang sampah serta mengajak para camat untuk diteruskan kepada Kepala Desa di Aceh Timur," ujarnya.
Muhammad Yunus berharap, agar persoalan sampah-sampah yang di Aceh Timur bukan hanya satu pihak yang dapat mengatasinya, akan tetapi banyak pihak yang ikut berpartisipasi menanggulanginya seperti pihak desa itu ada dana desanya.
"Kiranya pihak desa pun bisa melaksanakan tentang penanggulangan sampah terlebih dahulu dengan cara bermufakat dan kita juga akan bantu desa tersebut, apakah harus kita angkut satu bulan sekali atau dua bulan sekali," jelasnya.
• Keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi persoalan pada Dinas Lingkungan Hidup Aceh Timur
Muhammad Yunus menjelaskan, bahwa armada pengangkut sampah Dump Truck Amrol hanya 2dua unit dalam keadaan yang serba kekurangan, menjalani rute angkutan sampah Idi -Birem Bayeun dan Idi Tunong -Madat.
"Seharusnya, tahun ini kita sudah ada truck pengangkut sampah, tetapi sehubungan dengan keadaan dan situasi, maka kedepan setelah berakhirnya Covid-19 segera dapat teratasi mengenai armada pengangkut sampah, baik yang bersumber dari APBK, Otsus atau Dana Pusat. Sampah itu merupakan Isu Internasional, mari kita atasi bersama," pungkasnya.
Laporan : T Syaiful
Editor : Herbi.
.png)

0 Comments: