TGH Abidin H Idris: Umat Islam Wajib Mempertahankan Pancasila

0 Comments


Barometer99.com, NTB - Lembaga Bina Damai Resolusi Agama (LEMBIDARA, wilayah Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD), di Aula FKUB Kota Bima Jalan Garuda No. 9 Raba Kota Bima, Selasa (09/06/2020) pagi.

RTL, merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan FGD dan Deklarasi yang mengangkat tema “Keselarasan Agama, Hukum, dan Negara, Strategis Meningkatkan Ukhuwah Islamiah dalam Menangkal Faham Terorisme di Bima (14/03).

Kegiatan yang mengambil tema “Islam dan Negara (Upaya Meminimalisir Perkembangan Faham Anti Pancasila di NKRI)” tersebut, dihadiri Ketua MUI Kota Bima, Pondok Pesantren, Forum Umat Islam (FUI) Kota Bima, JAT Kota Bima, tokoh Muhammadiyah Kota Bima, PC NU Kota Bima, Wahdah Islamiah, Ikadi Kota Bima, FKUB Kota Bima, Brigade Masjid, tokoh agama, tokoh pemuda juga akademisi.

Kegiatan itu, dipandu langsung oleh Ketua LEMBIDARA Bima H Eka Iskandar Zulkarnain dan menghadirkan 3 orang narasumber, yakni Ketua MUI Kota Bima TGH Abidin H Idris sebagai keynote speaker, Ustadz Ir Fuad bin Sheff dari Pondok Pesantren Imam Syafi’i dan Ustadz Asikin bin Mansyur Ketua FUI Kota Bima.  

Di kesempatan itu, Ketua MUI Kota Bima menyampaikan, bahwa Pancasila adalah ideologi negara, bagi umat Islam sebagai warganegara Indonesia, maka wajib hukumnya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Kita, bersama pemerintah meminta supaya langkah ini dapat direstui untuk dilakukan deklarasi dalam rangka mempertahankan negara ini, bahwa pancasila sebagai dasar negara. Sehingga masyarakat akan memahami bahwa langkah ini sangat penting dalam membangun negara yang kuat dengan ideologi Pancasila," jelasnya.  

Kemudian, Ustadz Asikin bin Mansyur Ketua FUI Kota Bima, pada kesempatan itu menyerukan kepada umat Islam, agar segera menyadari bahaya yang dapat mengancam kehidupan bernegara dan beragama. Diharapkan, jangan cepat terprovokasi dan terpengaruh aliran atau pemikiran yang membahayakan kehidupan bernegara dan beragama.

"Tindakan nyata dari FUI adalah mendorong lembaga-lembaga yang ada untuk segera merealisasikan apa yang disepakati bersama, yakni deklarasi menolak kebangkitan PKI sebagai ancaman nyata dalam kehidupan bernegara dan beragama," ujarnya.    

Lanjutnya, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas diadakannya forum seperti ini. Luar biasa untuk kepentingan negara dan agama di dalam menghadapi dan mengantisipasi bahaya-bahaya yang mengancam negara dan agama.

"Harapannya, bangsa Indonesia harus segera muhasabah/evaluasi bahwasanya sudah ada bahaya yang mengancam atas keberadaan negara. Oleh sebab itu, persatuan mutlak dibutuhkan karena bahaya ini tidak akan bisa dihadapi sendiri, melainkan harus dengan kekuatan bersama," harapnya. 

Sementara itu, Ustadz Ir Fuad bin Sheff memaparkan, Pancasila bukanlah agama. jangan jadikan Pancasila sebagai agama. Pancasila adalah rumusan dari Soekarno cs dan Soekarno bukanlah seorang nabi. 
Pancasila merupakan konsensus bersama yang sekedar dikaitkan dengan kehidupan sosial yang penuh dengan toleransi. Ada 4 (empat) pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ke-4 pilar ini bukanlah harga mati.

“Dari forum ini, dapat mengeluarkan konsensus bersama. Ini adalah nikmat Allah SWT yang harus kita syukuri. Karena agama yang Allah ridhoi hanya Islam. Umat Islam yang menjalankan dengan benar dan lurus, maka sesungguhnya mereka itulah pancasilais sejati. Banyak yang memposisikan umat Islam yang istiqomah sebagai kelompok radikal, dan gerakan mereka adalah nyata membenturkan Islam dengan negara. Kita wajib bela Pancasila karena masih ada ruh Islamnya," pungkasnya.       

Setelah pemaparan dari ke-3 narasumber, para peserta melakukan tanya jawab dan saling bertukar informasi terkait materi. Ketua LEMBIDARA Bima, H. Eka Iskandar Zulkarnain memberikan waktu kepada setiap peserta untuk menyampaikan gagasan maupun pandangannya masing-masing.

LEMBIDARA Bima telah melakukan berbagai kegiatan yang menjangkau 2 wilayah, yakni Kota Bima dan Kabupaten Bima. Adapun tujuan berdirinya LEMBIDARA, yaitu sebagai sarana berpartisipasi dalam memberikan masukan dari kajian strategis untuk proses pembangunan yang sedang digalakkan oleh pemerintah di berbagai bidang kehidupan beragama dan sosial dalam menggali dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM).      

LEMBIDARA Bima telah melaksanakan giat bakti sosial berupa pembagian paket sembako di Markas Forum Umat Islam (FUI) Bima dan Rumah Qur’an Mustaqiem Talabiu Kabupaten Bima NTB.

laporan : Abdullah.

editor    : Herbi.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer