Bung Arman: Era Jokowi Tangkap Buron Kakap dan Siap Tarik Dana Koruptor Disimpan di Swiss

0 Comments


Barometer99.com, JAKARTA - Pendiri Ikatan Persaudaraan Relawan Online Kawal Jokowi 2024, Bung Arman memuji dan mengapresiasi gerak langkah Menkumham RI Yasonna Laoly dan jajaran Bareskrim Polri, yang telah berhasil melacak dan membawa pulang Buron Kakap Pembobol Dana BNI.

"Sungguh luar biasa Era Jokowi bekerja senyap dan diam, namun kena sasaran yang dulunya sulit di tangkap Buron ini berpindah Negara. Saya percaya akan dibalik Ini, tentunya Pihak Polri kita harapkan dapat mengusut tuntas aktor dibalik semua ini," kata Bung Arman.

Masih dikatakan Bung Arman, dari penyidikan selanjutnya, disaat RUU MLA antara Indonesia dan Swiss akan tuntas 14 Juli 2020 ini, secara mendahului kinerja Aparat yang sudah menunjukkan bukti siap dalam menindaklanjuti langkah selanjutnya, seperti berkaitan dana negara yang disimpan parkir oleh Koruptor di Swiss.

"Sebagai mana telah dijelaskan langsung oleh Kepala Negara bapak Jokowi, disela acara peringatan HUT anti korupsi tahun lalu, dengan menyikapi Perjanjian Mutual Legal Assitance ( MLA ) RI dan Swiss bahwa korupsi adalah korupsi tidak ada nama lain," kata Arman saat di konfirmasi terkait keberhasilan langkah Awal Pemerintahan mengejar  dan membawa pulang ke Indonesia buron kakap Pembobol Dana Bank BNI 17 tahun lalu yang di tangkap di Serbia.

Lanjut Bung Arman, Ini tentunya akan membuktikan keseriusan Pemerintahan Joko Widodo untuk mengusut dan menarik dana-dana hasil korupsi di Tanah Air yang diparkir (disimpan) di Luar Negeri.

"Kami berharap dan akan terus monitor langkah selanjutnya usai sahnya perjanjian MLA, agar pemerintah pun tidak tanggung tanggung akan buktikan maksud dan tujuan khusus adanya UU MLA yang taklain adalah kesiapan nyata pemerintah akan menarik dana fantastis di luar negeri dari hasil korupsi," tegas Bung Arman.

"Kami bangga dengan kerja keras dan kerja nyata yang patut rakyat acungi jempol ke Era Pemerintahan Joko Widodo dan jajarannya menangkap Buron Kakap Maria Pauline lumowa di Serbia," pungkas Bung Arman.

Diberitakan sebelumnya, bahwa  di pemerintahan Jokowi, buron pembobol Bank BNI yang telah 17 tahun berhasil ditangkap, padahal persembunyiannya  jauh di Eropa Timur.

Maria Pauline lumowa, pembobol bank BNI sebesar 1,7 triliun, ditangkap berkat kerjasama pemerintah RI dan Serbia.
Operasi senyap, hasilnya sungguh menggetarkan. Tak ada perjanjian ektradisi antara RI-Serbia. Berkat kerja keras aparat pemerintah selama satu tahun pengintaian. Maria bisa diektradisi ke Indonesia, sebuah prestasi luar biasa. Tak mudah menangkap buronan ini, karena telah menjadi warga negara Belanda.

Ini peringatan!! Bahwa pemerintah Jokowi bukan cuma berkomitmen memberantas koruptor. Tapi mengejar kemanapun orang orang penghianat dan pencuri uang rakyat.
Mari aplouss untuk Presiden Joko Widodo dan jajaran dibawahnya.
Laporan : Yuli L/Rilis Bung Arman
Editor     : Herbi.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer