Bupati Aceh Tamiang Ajak Seluruh Komponen Bersinergi Berantas Narkoba Secara Langsung
Mursil menyebutkan, peran penting dan fungsi BNN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor dan bahan aditif lainnya.
Mursil juga mengatakan, penyalahgunaan narkotika telah menjadi masalah yang tengah dihadapi oleh semua bangsa didunia, khususnya Indonesia. Penyalahgunaan terhadap narkotika ini tentu saja menimbulkan berbagai kerugian dan kerusakan bagi negara, mulai dari penurunan kualitas kesehatan masyarakat, kualitas SDM hingga kerugian ekonomi.
Untuk mengantisipasi hal ini, Ia menyebutkan tentu tidak akan berhasil tanpa adanya sinergitas dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat secara langsung.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan selaku pimpinan daerah saya beharap semoga Kampanye Pencegahan, Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dapat kita jadikan momentum untuk melakukan aksi bersama membebaskan bangsa ini, dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, serta dengan adanya rencana aksi P4GN disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maka angka korban penyalahgunaan narkoba di Aceh umumnya, terkhusus di negeri Bumi Muda Sedia yang kita cintai ini, dapat diminimalisirkan,” sebutnya.
Mursil menambahkan, pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus mendukung P4GN, sehingga Aceh tamiang terbebas dari narkoba, karena Aceh Tamiang dekat dengan perbatasan Malaysia dan Thailand yang mempermudah arus peredaran narkoba masuk ke Aceh Tamiang.
Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat Tamiang, sebagaimana statement dari Presiden Republik Indonesia Ir. Djoko Widodo bahwa Negara Indonesia darurat dari narkoba, 33 orang mati perhari karena narkoba, rangkaian kejahatan narkoba melebihi dari pada kejahatan lainnya.
“Kita harus menjaga diri, keluarga dari narkoba,” tukasnya.
Beliau menjelaskan bahwa Inpres nomor 2 tahun 2002 sebagai payung hukum dalam pelaksanaan P4GN, yang mana setiap kegiatannya didukung dengan anggaran, momen ini hendaknya dapat menciptakan SDM yang berkualitas, dengan harapan bahwa desa yang ada di Aceh Tamiang menjadi desa bersinar, agar menjadi desa yang mandiri, tidak terpapar dari narkoba serta mendidik anak yang memiliki SDM yang baik.
Beliau berharap kepada Bupati Aceh Tamiang dan selaku pimpinan daerah agar mempelopori dan mendukung kegiatan tersebut. BNN juga terus berupaya dan berinovasi bagaimana merubah image tentang Aceh yang dikenal dengan narkoba. Untuk itu, setiap bepergian keluar daerah beliau selalu memberikan pandangan bahwa di Aceh memiliki SDA yang begitu banyak.
“Sebagai contoh melalui program dari Kementerian Pertanian pada waktu itu, di Bireun menyelenggarakan acara panen raya jagung, kegiatan ini, merupakan kerjasama antara BNN dengan pemerintah setempat yang bertujuan merubah image masyarakat bahwa dengan bertani jagung dapat menambah penghasilan para petani, jangan sampai masyarakat tergiur dengan agen dan menjadi kurir narkoba,” terangnya.
Beliau menambahkan bahwa kepedulian dari pimpinan merupakan keberhasilan program yang dijalankan, masing masing OPD dapat memberikan sosialisasi kepada bawahannya terkait P4GN dan membuat relawan dimasing-masing OPD yang bertujuan manyampaikan pesan bahaya narkoba, melaporkan pecandu narkoba kemudian desa bersinar, agar mebuat relawan dimasing desa, yang dibina dan dibimbing oleh BNN, mengangkat ketahanan keterampilan bagi masyarakat, kesemua kegiatan ini, merupakan kiat kiat dari BNN dalam upaya P4GN dan lebih mengupayakan pencegahan maksimal.
Diakhir arahannya beliau mengajak agar pemerintah daerah saling bersinergi dalam upaya P4GN agar tujuan dapat tercapai secara optimal.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cendramata oleh Bupati Aceh Tamiang kepada Kepala BNN Aceh Bapak Brigjen. Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si kemudian penyerahan cinderamata oleh Kepala BNN kepada unsur Forkopimda Aceh Tamiang.
Laporan : Jefry Boy Isny
0 Comments: