Bupati OKU Timur: Peringatan HAN untuk Meningkatkan Perhatian dan Melindungi Anak

0 Comments


Barometer99.com, MARTAPURA - Kemajuan daerah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang generasi muda, yaitu anak-anak. Sebab, jika hak anak diberikan dengan baik tanpa adanya kekerasan kemapuan generasi muda dapat berkontribusi dalam menopang kemajuan daerah. Oleh karena itu, saya mengajak semua unsur mulai dari pemerintah daerah, masyarakat dan orang tua untuk majukan daerah dengan melindungi hak anak.

Hal itu, dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAD) Provinsi Sumsel Eko Wirawan, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kabupaten OKU Timur bersama Asisten III Setda Provinsi Sumsel dan Bupati OKU Timur yang berlangsung di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Kamis (23/7/2020).

Menurut Eko, KPAD Sumsel ini untuk melakukan pembelaan dan pengawasan tentang hak-hak anak. Dimana yang wajib melindungi hak anak adalah negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua.

“Namun, yang kita lihat saat ini, justru keluarga dan orang tedekat sering kali tidak melakukan perlindungan terhadap anak. Dimana banyak kita temui orang tua sering melakukan kekerasan dengan anak. Untuk itu, jika ditemukan hal demikian diharapkan masyarakat bisa melaporkan ini kepada pihak kepolisian, Dinas Perlindungan Anak dan ke KPAD,” katanya.

“Ucapan terimakasih kepada Pemkab OKU Timur, terkhusus Bupati yang sudah memfasilitasi kegiatan ini dengan penuh. Selamat Hari Anak Nasional, semoga kegiatan ini membawa manfaat demi mewujudkan perlindungan terhadap hak anak dan peran anak untuk kemajuan daerah,” ucapnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, lahirnya keputusan Presiden tentang peringatan Hari Anak Nasional yang ditetapkan sejak 19 Juli 1984, tentu didasari dengan banyak hal dan kajian dari para ahli.

"Intinya, diperingati HAN ini untuk meningkatkan perhatian terhadap anak dan melindungi anak dari kekerasan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak," ujarnya.

Terpisah, Asisten III Setda Provinsi Sumsel sekaligus Plt Kepala DPPA Sumsel Prof Dr Edward Juliarta mengatakan, saat ini ada 3.928 angka kekerasan anak di indonesia, 300 diantaranya di Sumsel dengan kekerasan yang beragam. Untuk itu pihaknya terus fokus melindungi anak, baik dari haknya hingga potensi anak itu sendiri.

“Namun, jika kita lihat untuk di Kabupaten OKU Timur jumlah kekerasan anak cukup minim. Hal ini berarti sosialisasi Pemkab OKU Timur melalui DPPA terus berjalan dengan baik. Semoga hal ini bisa dipertahankan dan kedepan perlindungan anak dapat dilakukan lebih baik lagi dan dengan menyalurkan potensi anak pada porsinya,” tandasnya.

laporan : Imam.

editor    : Herbi.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer