MAHASISWI KKN UNS PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI MELALUI APOTIK HIDUP DAN FASILITASI UMKM SETEMPAT

0 Comments

ERA COVID-19
Barometer99 - 
Pandemi Covid -19 yang sedang terjadi di Indonesia tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa tingkat akhir untuk menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas Sebelas Maret Surakarta telah menerjunkan sekitar 2.045 mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat dalam program KKN Covid-19. Program KKN ini dilakukan secara individu oleh mahasiswa di desa masing-masing. Ada beberapa tema yang dapat mahasiswa kerjakan, yaitu tema kesehatan, ketahanan ekonomi, supporting pemahaman covid-19, pendidikan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Khresya Perwita Kusuma (21), mahasiswi program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta adalah salah satu mahasiswi yang menjalankan program KKN di desanya sendiri yaitu di RT.020/ RW. 005 Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dengan mengambil tema Ketahanan Pangan. Kegiatan KKN ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Mei sampai 30 Juni 2020 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Drs. Hasan Fauzi MBA, Ph.D., Ak.

Mahasiswi yang biasa dipanggil Khresya ini mengajak warga khususnya ibu- ibu untuk membuat Apotik Hidup dan Warung Hidup dengan menanam tanaman herbal serta sayuran di lahan kosong yang ada di lingkungan RT.020 dengan tujuan dapat menghemat pengeluaran dapur. Berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur,  adapula tanaman sayur seperti cabai, terong, tomat, dan kangkung.

Tanaman – tanaman ini ditanam di pot-pot dan di polybag, bagi Khresya selain bisa menghemat pengeluaran dapur menanam juga bisa menjadi kegiatan olahraga ringan agar masyarakat tidak jenuh di rumah saja dan tanaman- tanaman ini pun turut memperindah lingkungan RT.020.

Seluruh kegiatan pembuatan dan perawatan apotik hidup ini mendapat dukungan dari masyarakat terutama ibu- ibu RT.020, bahkan banyak yang ikut berpartisipasi seperti menambah jumlah tanaman agar hasilnya bisa lebih banyak dan bisa dinikmati bersama. Kegiatan perawatan rutin ini dilakukan bersama, tak lupa juga diselingi dengan memberikan edukasi tentang manfaat setiap tanaman, serta bagaimana mengatasi hama yang menyerang.

Selain membuat Apotik Hidup dan Warung Hidup, Khresya juga membuat pupuk kompos bersama remaja RT.020 dengan tujuan agar dapat menekan biaya perawatan Apotik Hidup dan Warung Hidup. Adapun pemasangan MMT yang berisi langkah - langkah pencegahan penyebaran Covid-19, dan pemberian edukasi pentingnya memakai masker kepada masyarakat sekitar, pelaku UMKM di lingkungan sekitar RT.020 dan masyarakat umum. Kegiatan lainya adalah pengadaan tempat cuci tangan yang didistribusikan pada pelaku UMKM di lingkungan sekitar, agar masyarakat aman dalam melakukan kegiatan ekonomi di masa pandemi sehingga ketahanan pangan keluarga mereka tetap kuat.
(Khresya Perwita Kusuma)

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer