Terkait Adanya Pungli di Laut, Itu Sama Sekali Tidak Benar
Barometer99.com - Langsa
Aguslim Memohon Ma'af Kepada Korps, TNI Angkatan Laut Dan Meminta Agar Dengan Adanya Kejadian ini Merupakan Pelajaran Atau Pengalaman Yang Takkan Bisa Kita Nilai Dengan Apapun jua.
Atas dasar menyikapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan adanya pungutan liar (Pungli) terhadap nelayan oleh Angkatan Laut (AL) sa'at nelayan melaut di perairan Langsa. Sejumlah toke atau perwakilan pengusaha kapal (boat) dan Nelayan mengelar Konferensi Pers dengan maksud klarifikasi Pemberitaan yang salah satu kalimatnya tidak tepat, bertempat di Mangrove Kupi, Jalan Iskandar Sani, Gampong Mutia, Langsa Kota, Jum'at, 07 Agustus 2020.
Aguslim selaku perwakilan Toke Boat dan Nelayan dalam konferensi persnya mengatakan pihaknya ingin mengklarifikasi mengenai pernyataan berita pungli di laut kemarin bahwa hal tersebut sama sekali "TIDAK' ADA" terjadi peristiwa pungli tersebut yang di lakukan pihak Angkatan Laut (AL).
Dengan ini kami menarik kembali pernyataan kami kemarin mengenai statement pungli kemarin di Gedung DPRK Langsa," sebutnya.
”Bahkan keberadaan TNI AL di laut sangat membantu para nelayan, dalam administrasi operasi di laut, yang mana tadinya akan di tarik oleh pihak aparat di laut/Kapal Republik Indonesia (KRI) karna kesalahan administrasi dan surat izin kami yang belum sempurna, kepada Tim Barometer99.com ungkap, Aguslim Tanjung menwakili nelayan dan pengusaha boet.
Jadi setelah di bantu pihak Komandan pos (Danpos) AL yang mana sudah koordinasi kepada pihak KRI, maka kami bisa melanjutkan kembali aktivitas kami mencari nafkah di laut.
Semua pernyataan ini kami ucapkan dan kami utarakan atas dasar kesadaran diri sendiri dan sekaligus memohon maaf kepada pihak terkait, khususnya TNI AL dan tanpa ada paksaan dari unsur pihak manapun.
Selanjutnya, kami juga mengetahui bahwasannya instansi terkait mengenai pengamanan di laut bukan hanya dari pihak TNI AL saja dan bahkan banyak instansi lainnya yang terkait di dalam keamanan laut.
Saya atas nama pribadi dan perwakilan dari pihak pengusaha atau toke-toke boat ikan dengan ini sekali lagi memohon ma'af yang sebesar besarnya terutama kepada Danlanal Lhokseumawe, Letkol Laut (P) Dimmy Qumry, Danpos Guskamla Kuala Langsa Letda Laut (P), Aji Bayu Agung, pihak KRI di laut dan juga kepada keluarga besar TNI AL.
Lanjutnya Kembali, Aguslim kami selaku yang telah di tunjuk sebagai juga selama ini sudah sering di berikan sosialisasi oleh Danpos Guskamla Kuala Langsa mengenai kelengkapan atribut dan kelengkapan administrasi di laut yang harus di patuhi agar mana nantinya pada saat melaut tidak ada masalah di lapangan.
Maka, pada kesempatan ini kami keluarga besar nelayan Langsa turut mengucapkan terima kasih atas keamanan di laut yang mana sekarang sedang melaksanakan tugas untuk memperketat Patroli Laut terhadap Migran Gelap.
Sehingga sejauh ini Perairan Langsa masih kondusif dari Migran Gelap berkat adanya Patroli Laut yang telah dilaksanakan oleh beberapa KRI," Kata Aguslim.
Diakhir acara, Kabiro Media Metro Rakyat, Irmansyah Alias Danton juga menyampaikan,"Permohon ma'af kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut, Terutama kepada Danlanal Letkol. Laut (P) Dimmi Qumry dan Khususnya Kepada Letda Laut (P) Aji Bayu Agung, papar Danton.
Laporan : Jefry Boy Isny
Editor : Korwil Aceh
.png)
0 Comments: