Menindak Lanjuti Aksi Demo Ibu-Ibu Desa Prabumenang, Ini Statmen Kepala Desa

0 Comments


Barometer99.com, LAHAT
- Menindak lanjuti Aksi demo penyetopan Truk Batubara dengan alasan debu tak bersahabat,  Ibu-ibu Desa Prabumenang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat menyerahkan berkas    kepada Unsur Tripika Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, saat melakukan mediasi terkait permasalahan ini, di Kantor Desa Prabumenang, Rabu (9/9/2020).

Turut hadir dalam mediasi tersebut, Kapolsek Merapi yang di wakili oleh Kanit Intel IPDA Dahyan Karni, Camat Merapi Timur Ahmad Miharta SE MSI, Kepala Desa (Kades) Prabumenang Satiun Sulistian, Ketua BPD Eli juhandi beserta Anggota dan beberapa Perusahan dan para undangan.

Camat Merapi Timur, Ahmad Miharta SE MSI mengatakan, Media yang dilakukan ini tetap menerapkan peraturan protokol kesehatan dengan menghimbau agar terus menjaga jarak ,cuci tangan dan memakai masker.

"Terkait Demo yang dilakukan ibu-ibu pada Senin 7 September 2020 lalu, silakan untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan ibu-ibu," kata Ahmad.

Ahmad juga berpesan, mengingatkan apa yang menjadi tuntutan jangan sampai berbenturan dengan Hukum yang berlaku dan tetap berkoordinas ke Pemerintah Desa. "Jikala permasalahan ini tidak bisa di selesaikan, akan meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten dan saya mengucapkan terimakasih kepada PT DAS dan PT Dizamatra yang telah hadir memenuhi undangan Camat dan unsur Tripika," tuturnya.

Sementara itu, Kades Prabumenang, Satiun Sulistian saat berbincang kepada Awak media mengatakan, bahwa permasalahan ini sebelum terjadi aksi Demo oleh ibu-ibu, dari pihak pemerintah desa sudah menerima dan menanggapi apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

"Sudah 3 kali menyampaikan kepada perusahaan yang terkait namun tidak ada tanggapa, mungkin karena di anggap terlalu lama menunggu alhasil ibu-ibu melakukan aksi Demo di jalan," terang Kades.

Ditempat yang sama, salah satu warga yang terkena dampak debu, Ida (40) menyampaikan dengan tegas, bahwa kami akan menyampaikan apa yang menjadi hak kami atas keresahan debu batu bara.

Adapun tuntutan kami antara lain :

1.Untuk memberikan konfensi untuk kesehatan.

2.Diadakan pekerja kebersihan jalan.

3.Penyiraman jalan 4 kali sehari.

4.Untuk tidak mencemari air sungai dan

5.Seluruh Armada Holing agar tidak menggunkan kecepatan Tinggi di saat armada kosong (Max 50 KM/jam). 

"Semoga permasalahan ini cepat terselesaikan sehingga tidak terjadi lagi aksi," tutupnya.

Laporan : Lia/Nita

Editor     : Herbi.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer