Terkait Adanya Aksi Emak Emak Desa Merapi, Polres Lahat Disiagakan

0 Comments


Barometer99.com, LAHAT - Mengantisipasi aksi emak-emak turun ke jalan untuk melakukan penyetopan  angkutan batubara, Kapolres AKBP A Gusti Suhartono memimpin Apel Personel Anggota Kepolisian ubtuk disiagakan, di Polsek Merapi, Jumat (2/10/2020).

Kapolres mengatakan, dikabarkan hari ini emak-emak dari desa merapi bakal aksi stop ratusan angkutan batubara yang melintas di jalan umum, namun sudah tercium aparat hingga batal tidak jadi demo.

"Informasi ini didapatkan dari pesan WhatsApp bahwa hari ini Jumat 2/10, ada demo dari Merapi Kecamatan Merapi Barat namun batal, menurut Camat Merapi Barat sudah ada kesepakatan, saya baru dari rapat pertemuan di Pemda," kata Sumarno saat dihubungi melalui ponselnya.

Ratusan angkutan batubara yang melintas di jalan umum mulai dari Simpang Lembayung hingga menuju Muara Lawai dan ada yang menuju ke PT. Titan saat ini angkutan batubara yang melintas muatan 32 tonase yang meresahkan warga hingga emak-emak turun ke jalan stop angkutan batubara  Gejolak mulai dari Desa Arahan , Prabumenang, Desa Gunung Kembang sehingga membuat kemacetan di sepanjang jalan lintas Sumatera baru-baru ini imbas emak-emak turun ke jalan.

Buntut aksi demo emak-emak akibat dampak lingkungan populasi debu batubara yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga terutama ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

"Belum lagi sopir angkutan batubara dalam keadaan kosong dengan kecepatan tinggi warga kesal dengan ulah sopir " kata salah satu warga Desa Prabumenang belum lama ini yang turun ke jalan.

Camat Merapi Barat saat dihubungi melalui via telepon mengatakan, akhirnya Power of emak-emak turun ke jalan menutup akses jalan umum stop angkutan batubara dampak polusi debu yang meresahkan warga belum lagi angkutan batubara yang sering ngebut dalam keadaan kosong, disinilah letak kemarahan warga sehingga terjadi aksi emak-emak turun ke jalan mulai dari Desa Prabumenang, Gunung Kembang dan hari ini kabarnya.

"Memang hari ini tidak jadi turun ke jalan emak-emak desa merapi , yang sudah resah dampak polusi debu batubara dan berencana stop angkutan batubara turun ke jalan, namun batal di karnakan sudah melakukan mediasi dan sudah ada kesepakatan," kata Camat Merapi Barat.

Sementara, Ketua Asosiasi Angkutan Pertambangan Lahat ( AAPL) , Pandriadi memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Polsek Merapi, bahwa dari pihak perusahaan tambang masalah kompensasi belum ada kesepakatan nominalnya yang sudah disepakati yaitu penyapuan jalan. "Kompensasi uang debu belum bisa kami jelaskan masih menunggu dari hasil musyawarah dengan perusahaan tambang," ujarnya.

Lapora : Lia/Nita.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer