Dialektika Gencar, Rektor UIBA: Buzzer Itu Sebenarnya Mencederai Demokrasi
![]() |
| Ketua Umum Gencar Memberikan Cindera Mata Penghargaan Kepada Dr Tarech Rasyid |
Acara ini di hadiri Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru beserta Akhmad Najib Asisten I dan Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, tak ketinggalan pula dari praktisi hukum, Suwito Winoto ketua DPD Ferari Sumsel, juga hadir di tengah acara tokoh akdemisi Dr Tarech Rasyid, Rektor Universitas IBA, dan Kapolda Sumsel yang diwakili Kombes Pol Budi Sajudin Dir Intelkam.
Dalam sambutannya Herman Deru mengucapkan terimakasih atas undangan dari DPP Gencar yang malam ini menggelar acara dialektika akar rumput.
"Malam ini saya mendapatkan penghargaan, saya ucapakan terima kasih mendapatkan penghargaan yang diluar dugaan saya, mudah mudahan ini menjadi cemeti bagi saya untuk berbuat lebih bagus," kata Gubernur Sumsel.
![]() |
| Gubernur Sumatera Selatan |
Sementara Charma Aprianto ketua umum DPP Gencar dan selaku pembawa acara memberikan waktu kepada para tokoh yang hadir untuk menyampaikan pandangan terkait demokrasi. Padangan pertama diberikan kepada Rektor UIBA
Ia mencontohkan seperti para buzzer bisa saja untuk mencederai nilai demokrasi. "Buzzer itu sebenarnya mencederai demokrasi," katanya.
Menurut ia, kenapa buzzer itu kerap memberikan informasi yang mengiring masyarakat akar rumput, terutama teman buzzer yang memilik latar belakang wartawan dia mampu menghadirkan sebuah berita dan seolah olah itu prioritas, dan seolah-olah itu benar padahal itu hoax. "Nah ini berbahaya bagi demokrasi," ujar Dr Tarech Rasyid.
Dan berbahaya lagi, lanjut Rektor UIBA, bahwa pemahaman ini beredar di media hp (Handphone) yang sehingga dimiliki masyarakat kelas bawah masyarakat akar rumput.
"Jika hoax ini menumpang di masyarakat akar rumput akan muncul kesadaran-kesadaran palsu, kesadaran-kesadaran yang dimanipulasi oleh kekutan-kekutan media, kekutan-kekuatan dari teman-teman yang buzzer ini. Jadi saya kira buzzer harus kita hentikan didalam proses demokrasi. Buzzer akan merusak akar rumput," ucap salah satu tokoh aktivis 98 ini dalam penyampaian pandanganya.
![]() |
| Poto Bersama Ketua Gencar Usai Acara |
Sementara ketua DPRD Sumsel memaknai acara dialektika akar rumput yang mengangkat tema demokrasi adalah pembicaraan dua arah seperti yang di sampaikan ketua Gencar menyebut dirinya sebuah prodak hasil dari demokrasi.
"Demokrasi ini harus dimaknai, saya berfikir hal-hal yang tidak di inginkan itu tidak akan terjadi. Saya berharap bahwa pesta demokrasi ini harus dimaknai pesta rakyat untuk memilih pemimpinya. Bukan pesta rakyat yang karena pragmatis sehingga memilih pemimpinya arahan dan bayaran. Itu namanya bukan pesta demokrasi," kata Ketua DPRD Sumsel.
![]() |
| Aktivis Pemuda dan Pemudi Sumsel |
Ketua DPP Gencar memberikan peluang bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk berdialog hingga akar rumput.
"Kita tidak mengambil sebuah kesimpulan secara lisan pada malam hari ini. Kesimpulan yang kita ambil adalah secara tersirat bahwa maknanya, masih ada demokrasi yang mempunya kehidupan di republik ini," kata Charma
Menurut ia, kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan sebuah demokrasi secara formal, dengan bersuara. Tetapi kondisinya kebangsaan hari ini memang cukup sensitif sehingga sebagian pihak mengatakan demokrasi itu mati, sebagian pihak lagi mengatakan demokrasi ini bablas.
"Mari kita kembali ke demokrasi yang menjadi ciri khas bangsa yaitu demokrasi Pancasila, demokrasi yang terpimpin," ucap Charma Aprianto di akhir acara. (NP)
.png)




0 Comments: