Lakukan Pertemuan Dengan HIPMI, Gibran Bahas Agenda Dunia Usaha Bangkit Dari Pandemi
Barometer99 - Solo
Gibran Rakabuming Raka (33) calon Wali Kota Solo dari PDI Perjuangan menghadiri acara talkshow dan sharing sesion dengan HIPMI Surakarta, Jumat (4/12/2020) malam di Ndalem Doyoatmajan, Penumping, Laweyan.
Pertemuan tatap muka terbatas itu banyak membahas mengenai sektor usaha yang harus bangkit dari pandemi. Tampak hadir dalam forum, Guruh Adi selaku Ketua HIPMI yang didampingi jajaran pengurus seperti Tito Ardiyanto, Rosanto Adi, dan lainnya. Para mantan ketua umum dan senior HIPMI di antaranya M Farid Sunarto, Ginda Ferachtriawan, Bambang Nugroho juga hadir mengikuti diskusi tersebut.
“Tahun 2021 sangat menantang, kita perlu gerak bersama untuk pengembangan Solo Raya. Saya ingin apa yang sudah saya lakukan 3 tahun belakangan untuk pengembangan UMKM sejalan dengan visi-misi HIPMI,” ujar pria lulusan Singapura itu.
Pada kesempatan itu, Gibran turut memaparkan mengenai sepak terjang Akademi Instagram dan cara-cara strategis untuk mengangkat UMKM agar naik kelas. “Anak-anak muda sekarang itu jangan pake sosmed hanya untuk pamer, sosmed itu bisa jadi powerful tool untuk berwirausaha,” tandas pemilik brand kuliner Mangkokku itu.
Gibran turut berbagi pengalaman saat blusukan, “Saya menemukan potensi-potensi UMKM di Solo yang bisa dikembangkan. Di Baron ada supplier jajanan wedangan, masa pandemi saja omzetnya masih Rp 15 juta/hari, cuma ini masih berdagang yang masih dengan cara konvensional. Belum ada standart higienitas. Bayangkan kalau packagingnya nanti diperbagus, standart produknya dinaikkan, pasti harga juga naik,” ujarnya.
Gibran dengan semangat membahas Creative Hub di berbagai kesempatan juga menekankan, “Nanti akan ada ekosistem bisnis yang dijalankan oleh anak-anak muda. Di sana akan diajari soft skill dan hard skill hingga pitching ke investor. Ditambah akan ditunjang alat-alat makerspace seperti mesin jahit, sablon, dll. Ini akan jadi ekosistem yang positif,” tuturnya.
Keinginan Gibran yang ingin memberikan peluang profesi-profesi baru bagi anak muda pun diutarakan dalam gagasan mewujudkan adanya SMK jurusan sosial media.
“Kita bikin SMK dengan jurusan sosial media. Sudah saya komunikasikan dengan provinsi. Ini adalah pekerjaan-pekerjaan baru yang belum diajarkan sekolah-sekolah konvensional, seperti content creator, influencer, dll. Ya, karena kita memasuki era disrupsi dan industri 4.0 sehingga kita harus siap dengan perubahan zaman yang serba cepat,” ujar Gibran.
.png)



0 Comments: