Bamsoet Dorong Pengembangan Olahraga Sebagai Industri
Barometer99, BALI | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan
pentingnya olahraga dikembangkan sebagai sebuah industri. Antara lain dengan
memperbanyak kompetisi/kejuaraan berbagai cabang olahraga, dari mulai tingkat
lokal, regional, hingga nasional. Selain meningkatkan jam terbang atlet,
persaingan antar atlet, dan membuka peluang bagi penjaringan atlet muda, juga
bisa memberikan multiplier effect pada sektor ekonomi. Termasuk menumbuhkan
jiwa dan semangat nasionalisme.
"Kita dapat mencontoh negara Swiss. Dengan menjadikan
olahraga sebagai industri, bisa memberikan pemasukan bagi pendapatan negaranya
mencapai 22,8 miliar dolar per tahun, menyerap 2,4 persen dari seluruh pasar
tenaga kerja, dan menciptakan sekitar 11.000 lapangan kerja baru dalam kurun
waktu 12 tahun," ujar Bamsoet dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 yang
diselenggarakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), secara virtual dari
Bali, Senin (13/9/21).
Turut hadir menjadi narasumber, antara lain Menteri Pemuda
dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Umum KONI Letjen TNI (purn) Marciano Norman,
dan praktisi media bidang Olahraga Boy Noya.
Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, atas dasar itu jugalah
pemerintah memilih Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat) menjadi tuan rumah
penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020. Menjadikan Papua sebagai
daerah pertama di kawasan Timur Indonesia yang menjadi tuan rumah PON.
Sebelumnya, PON lebih banyak diselenggarakan di Jawa dan Sumatera. Serta dua
kali di wilayah Tengah Indonesia, yakni Makassar pada tahun 1957 dan Samarinda
pada tahun 2008.
"Selain memacu peningkatan prestasi atlet, masyarakat
Papua bisa memanfaatkan penyelenggaraan PON untuk mengenalkan berbagai potensi
daerahnya kepada masyarakat luas. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua
memproyeksikan seluruh rangkaian kegiatan PON akan meningkatkan produk domestik
regional bruto (PDRB) Papua sebesar Rp 1,28 triliun. Kontribusi terbesar
berasal dari sektor konstruksi, akomodasi, makan minum, serta
transportasi," jelas Bamsoet.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang juga Ketua Umum
Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menambahkan,
melalui PON XX Papua, diharapkan mampu semakin merekatkan ikatan kebangsaan.
Fakta sejarah memperlihatkan ada hubungan erat antara olahraga dengan
nasionalisme. Pembentukan Ikatan Sport Indonesia sebagai cikal bakal KONI pada
tahun 1938, tidak lain sebagai alat perjuangan untuk membangun jatidiri dan
mempererat ikatan emosional kebangsaan, untuk melawan otoritas kolonial
Belanda.
"Penyelenggaraan PON yang pertama kali dilakukan pada
tahun 1948 di Solo, salah satunya ditunjukan untuk meneguhkan eksistensi
kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional, ditengah suasana kebangsaan
yang masih dihadapkan pada tantangan mempertahankan kemerdekaan," pungkas
Bamsoet. (*)
.png)

0 Comments: