Pendamping Desa Perkuat Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa

0 Comments

Barometer99, BANJARMASIN | Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. H. Yusra., M.Pd kembali mengajak para Pendamping Desa atau Tenaga Pendamping Profesional Program P3MD yang berada dalam manajemen dan pengendalian  BPSDM, Kemendesa PDTT agar  terus  melakukan penguatan kapabilitas dan kapasitas diri mereka melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholder terkait Desa, termasuk pihak Perguruan Tinggi dalam upaya melaksanakan tugas besar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. 

Salah satu indikator yang harusnya diwujudkan ialah lahirnya berbagai komunitas kader  masyarakat Desa, baik bidang  sosial, ekonomi, budaya, keagamaan dan  lingkungan sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan  berkelanjutan yang dimiliki Desa atau SDGs Desa. 

Kunjungan Kerja Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka sounding kerjasama pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Desa antara pihak ULM dengan Kementerian Desa PDTT, Jumat, (10/09/21).

Kapus Yusra didampingi Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, Korwil 1, Muh.Arwani, Korprov Program P3MD, Yassiana Damhudie, Staf Pusdatin, Adi Saputra dan Irfan Firmana beserta rombongan menuju Kampus ULM dan  diterima langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc, didampingi Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin., M. Sc. Setelah itu rombongan melanjutkan kegiatan koordinasi dengan Tim Tenaga Ahli Provinsi dan Para Koordinator Kabupaten di Kantor Sekretariat KPW 3  (Koordinator Pendampingan Wilayah 3) Provinsi Kalimantan Selatan. 

Dalam kesempatan tersebut, Yusra kembali  mengingatkan pada para tenaga pendamping profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsi mereka untuk tetap kompak menjadi Super Tim. 

Bekerja secara kompak, solid dan profesional untuk sukseskan program Kementerian, utamanya dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan di Desa atau SDGs Desa, Pemulihan Ekonomi Nasional, Pogram Prioritas Nasional sesuai kewenangan desa dan Adaptasi kebiasaan baru Covid-19 serta BLT Dana Desa. 

"Suksesnya Pendampingan Desa dibutuhkan adanya Super Tim yang bekerja secara kompak, solid dan profesional," katanya. 

Dia juga menyampaikan terima kasih pada Tim TPP Provinsi hingga PLD dan Stakeholder terkait Desa atas capaian penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa per Tanggal 10 September, yakni 67.78% yang  setara dengan 1 Triliun lebih dari Pagu 1.5 Triliun untuk 1864 Desa, 11 Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan BLT Dana Desa untuk KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Telah tersalur senilai 312 Miliar dan  Dana Desa (8 %) untuk Penanganan Covid-19 juga diharapkan terealisasi dengan baik. 

Yusra berharap seluruh TPP di masing-masing level melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Desa untuk capaian kinerja maksimal, baik dalam konteks pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. 

"Pendamping Desa juga perlu mendorong lahirnya Kader Penggerak Masyarakat Desa maupun Komunitas Desa, dengan output kinerja yang terukur. Bekerja dengan semangat dan  tegak lurus dengan  Kementerian Desa PDTT untuk mengawal Desa menuju desa mandiri, maju dan makmur," pungkasnya. 

Sumber : Rilis Ar

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments:

Postingan Populer