Demo PT Inalum Buruh minta Hapus Outsourcing dan beri Sanksi kepada Perusahaan Rekanan yang Nakal
Batu Bara (Barometer99.com) -- Ratusan Massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Buruh, Mahasiswa dan Masyarakat Batubara (BUMARA) melakukan aksi unjuk rasa damai didepan PT Inalum dan Kantor Dinas Tenaga Kerja Batubara, rabu (8/7/2020)
Massa aksi yang mayoritas mantan pekerja PT Inalum tersebut menuntut agar perusahaan penyedia Outsourcing yang berada di tubuh PT Inalum agar memperi penjelasan kenapa mereka di PHK secara sepihak dan memenuhi hak-hak buruh.
"kami meminta agar perusahaan penyedia tenaga kerja yang berada di tubuh PT Inalum menjelaskan kenapa kami di PHK secara sepihak, dan pesangom kami juga tidak diberikan." ujar M Yusri dalam orasinya.
Massa Buruh juga menuntut agar PT Inalum sebagai User perusahaan penyedia tenaga kerja memberi sanksi kepada perusahaan penyedia Jasa Outsourcing yang mendiskriminasi buruh.
"kami meminta agar PT Inalum menghapuskan Outsourcing, karena hampir semua perusahaan Outsourcing di tubuh PT Inalum telah mendiskriminasi bahkan sampai mengkriminalisasi kawan-kawan buruh yang mencoba menyuarakan hak-haknya." tambah Yusri.
Untuk diketahui bahwa saat ini PT Inalum memiliki puluhan perusahaan Outsourcing didalamnya sebagai penyedia tenaga kerja Untuk PT Inalum, diantaranya adalah PT DMK yang merupakan anak perusahaan dari KOKALUM, PT Pribumi Jaya Bertuah, PT Sinar Agung Sejahtera (SAS) Mandiri, PT Akta Mandiri, PT Gobel Darma Sarana Karya (GDSK), PT Auto Padu, hingga KOKALUM yang notabene Koperasi menyediakan tenaga kerja untuk PT Inalum.
Setelah lama berorasi pihak Inalum menerima delegasi dari massa BUMARA, dalam perdebatan yang cukup alot tersebut pihak Inalum melalui Sekretaris Perusahaan, Mahyarudin Ende Akhirnya menandatangani fakta integritas yang pada kesimpulannya Pihak PT Inalum akan memfasilitasi perundingan antara BUMARA dengan Perusahaan penyedia jasa Outsourcing.
Tak sampai di situ, Seteleh delegasi Inalum menerima Aspirasi massa. Massa BUMARA melanjutkan orasi di depan kantor Disnaker Batubara.
Massa menuntut pihak Disnaker untuk mengawasi pelaksanaan UU Ketenagakerjaan, Menginventalisir segala kebdan tidak bermain mata dengan pengusaha dan perusahaan nakal.
Dihadapan para buruh, Kadisnaker Batubara Erinaldo, tak mampu berkata-kata melihat kerumunan massa Buruh yang riuh dan berapi api berorasi.
Salah seorang Orator, Arwan, mengatakan bahwa Kadisnaker Batubar, Ereinaldo, layak dievaluasi dari jabatannya dikarenakan tidak memiliki itikat baik dalam menghadapi permasalahan ketenagakerjaan.
"Kami meminta Bupati Batubara, Ir Zahir M.Ap agar mengevaluasi Jabatan Kadisnaker Batubara karenakan tidak memiliki itikat baik dalam menghadapi permasalahan ketenagakerjaan". Pungkas Arwan. (Rahmat Hidayat)