Tampilkan postingan dengan label Forkopimda Jatim. Tampilkan semua postingan

Cek Vaksinasi di Unbraw Malang, Gubernur Jatim: Tempat Wisata di Jatim Sudah Mulai Dibuka Secara Terbatas dan Bertahap

 

Malang - Forkopimda Jawa Timur terus kejar capaian target vaksinasi. Kali ini sebanyak 2000 dosis vaksinasi di salurkan untuk Mahasiswa di Universitas Brawijaya (UB) dan Masyarakat Malang Raya, pada Sabtu (18/9/2021) di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, Sabtu siang melakukan pengecekan pelaksanaan Vaksinasi sebanyak 2.000 dosis, untuk mahasiswa Universitas Brawijaya dan Masyarakat Malang Raya, hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity khususnya di lingkungan pelajar.

Kegiatan diawali dengan pengecekan vaksinasi dengan didampingi oleh Rektor Universitas Brawijaya dan Forkopimda Kota Malang, mulai dari tahapan Screening, Pendaftaran, Vaksinasi dan Observasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Vaksinasi ini didukung oleh vaksin dari dinkes Provinsi Jatim dengan vaksinator berjumlah 98 tenaga kesehatan dari Kemahasiswaan dan RS Universitas Brawijaya.

Sementara Gubernur Jatim saat melakukan pengecekan vaksinasi di UB Malang mengatakan, Ikhtiar kita kalau misalnya untuk melihat pengendalian covid dimana saja, antara lain dilihat dari positivity rate.

"Nah dari sisi positivity rate, maka dihitung testingnya. Testing itu auto rilis. Racing juga auto rilis. Kalau tracing sudah melalui silacak, kalau vaksinasi seperti ini melalui P-care. Jadi proses untuk input data semuanya sudah dilakukan sesuai dengan sistem yang ada di aplikasi masing-masing," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah memaparkan, dari kinerja 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, sinergitas dengan seluruh elemen strategis di Jawa Timur.

"Per tanggal 15 kemarin sudah 37 Kabupaten /kota di Jawa Timur itu zona kuning, kalau zona kuning itu artinya resiko rendah, tinggal satu yang zona orange, zona orange adalah resiko sedang, itu adalah Kota Blitar, tapi kita sudah mengkoordinasikan mudah-mudahan Kota Blitar terus membaik, yang zona kuning sudah bisa menjadi zona hijau dalam seminggu terakhir, ada 21 kabupaten kota yang angka kematian hariannya sudah nol," paparnya.

"Artinya bahwa insyaallah semua sudah bisa terkontrol terkendali, maka sekarang saya mohon semuanya tetap jaga protokol kesehatan, tetap melakukan percepatan vaksinasi, tidak boleh ada yang kendor, tidak boleh ada yang lengah," ujar Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim.

Lanjut Khofifah menjelaskan, level 1 sekarang ini di Jawa Timur ada 10 Kabupaten /kota. Level 2 ada 26 Kabupaten /kota. Sehingga tinggal 2 yang masuk level 3, maka semuanya justru harus sangat waspada jangan sampai lengah, jangan sampai longgar, karena pada saat yang sama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah mulai dilaksanakan.

"Pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah mulai dilakukan. Pembukaan wisata sudah mulai dilakukan secara terbatas bertahap. Lalu mall sudah mulai dibuka terbatas bertahap. Restoran-restoran yang dulu 20 menit, 30 menit sudah 1 jam," lanjut Gubernur Jatim.

"Tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat di seluruh lini. Nah sekarang ini kita harus memaksimalkan vaksinasi terutama di titik-titik yang memang harus kita dorong bersama," pungkasnya Gubernur Jatim saat berkunjung di Universitas Brawijaya Malang bersama Forkompimda. (Hen)

Vaksinasi Serentak, Forkopimda Jatim Sasar Lansia di Magetan

 

Magetan - Sasar lansia usia 50 tahun keatas, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim bersama Forkompimda Kabupaten Magetan siapkan 2000 dosis vaksinasi, jenis sinovac tahap pertama dalam satu hari, yang di pusatkan di Gelanggang Olahraga Ki Mageti, pada Kamis (16/9/2021).

Vaksinasi pertama ini dikhususkan bagi lansia berusia 50 tahun keatas, ditargetkan 2000 dosis vaksinasi jenis sinovac dapat terlaksana di Kabupaten Magetan dalam satu hari.

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan. Kegiatan vaksinasi ini gencar kita laksanakan, selalu sinergi antara Kodam V Brawijaya, Polda Jatim dan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten /Kota seluruh Jawa Timur.

"Di Magetan ini vaksinasi kita laksanakan hari ini berjumlah 2000 orang dan yang istimewa adalah sasarannya ini lansia, karena Jawa Timur lansianya masih perlu ditingkatkan capaian vaksinasinya," kata Pangdam V Brawijaya.

Pangdam juga mengatakan, di Magetan ini lansianya cukup besar, informasi tersebut didapat dari Bupati Magetan, bahwa 20% penduduk Kabupaten Magetan adalah lanjut usia.

"Sehingga ini menjadi sasaran Kodam V Brawijaya dan Polda Jawa Timur, untuk terus membantu pemerintah Kabupaten Magetan khususnya untuk seluruh lansia di Kabupaten Magetan ini bisa di vaksin," paparnya Mayjend TNI Suharyanto.

Tak lupa Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang membantu terlaksananya vaksinasi ini dan masyarakat lansia yang sudah bersedia datang untuk vaksin.

"Terima kasih juga untuk seluruh Nakes dan orang lanjut usia yang sudah hadir. Ini bagian dari program kami, dengan Bapak Pangdam dan Bu Gubernur untuk mendorong, meningkatkan dan mempertahankan penanganan covid-19 khususnya dalam hal vaksinasi," ucapnya Kapolda Jatim usai melakukan pengecekan vaksinasi lansia di Magetan.

"Besok kami dengan Bapak Pangdam akan berkunjung di beberapa daerah, yaitu antara lain di Mojokerto yang perlu juga melaksanakan peningkatan. Sama seperti yang sebelumnya kami lakukan di daerah Ponorogo," tambahnya. 

Diharapkan masyarakat yang belum divaksin segera datang dan segera mendaftarkan diri, supaya kami dengan seluruh jajaran bisa mempercepat dan meningkatkan pelaksanaan vaksinasi di Jawa Timur. (Hen)

Percepat Herd Immunity, Forkopimda Jatim Kebut Vaksinasi di Lingkungan Pesantren

 

Kediri - Forkopimda Jawa Timur melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri, pada Kamis (26/8/2021). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, membentuk herd immunity di Jatim, khususnya di lingkungan pesantren. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkopimda Kota Kediri, mengecek pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung di Ponpes Lirboyo Kediri. 

Dalam kegiatan tersebut, sasaran vaksinasi sebanyak 5.000 dosis selama dua hari, jenis Sinovac, diperuntukkan bagi santri dan pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, yang melaksanakan vaksinasi tahap 1. Selenggaraan vaksinasi ini dibantu tenaga kesehatan yang sebanyak 204 nakes yang terdiri dari Nakes Polri 30 personil, Nakes TNI 40 personil, Nakes dari Dinkes 12 personil serta dibantu 122 orang relawan dari universitas islam malang, Apoteker dan ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) yang meliputi tenaga registrasi, screening, dan vaksinator.

Sedangkan 5000 vaksin didatangkan dari Polri sebanyak 1000 dosis, dari TNI 1500 dosis, dari Dinkes 1000 Dosis serta bantuan dari ISNU sejumlah 1500 dosis.

Sesampainya di Ponpes Lirboyo, Gubernur Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, yaitu Kiai Anwar Mansyur dan Kiai Abdullah Kafabih beserta ibu nyai. 

Sementara santri di Ponpes Lirboyo ini total ada sebanyak 36 ribu santri, sedangkan yang sudah divaksin ada sebanyak 12 ribu. Saat ini sebanyak 3 ribu santri yang masuk usia pelajar dan kini secara bertahap dilakukan vaksinasi. 

Berlangsungnya vaksinasi untuk para santri, pengasuh, ustadz dan ustadzah Pesantren Lirboyo ini rencananya akan berlangsung hingga tanggal 7 September 2021 mendatang. 

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah mengatakan. Vaksinasi untuk santri pondok pesantren di Jatim dilakukan secara serentak. Saat ini total ada sebanyak 110 pesantren yang tengah dilakukan vaksinasi.

"Vaksinasi berbasis pesantren ini dilakukan serentak sesuai dengan stok vaksin yang ada. Oleh sebab itu kalau kebutuhannya sekarang 36 ribu untuk Lirboyo, dua hari ini kan baru 5 ribu dosis yang disuntikkan, TNI dan Polri akan mengawal ini sampai 7 September maka kita ingin ada vaksinasi yang lebih masif sehingga proses pengendalian sampai menghentikan penyebaran virus bisa kita maksimalkan," kata Gubernur Jatim. 

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, bahwa penyebaran covid-19 ini memang belum berhenti, sehingga harus dilakukan upaya yang strategis, dan intensif, guna menghentikan penyebaran dan menguatkan kekebalan. Oleh sebab itu, vaksinasi ini terus digencarkan, termasuk di antaranya untuk para santri. 

"Ini adalah ikhtiar kita semua, bagaimana agar anak-anak santri kita selalu sehat, dan jangan lengah untuk menerapkan protokol kesehatan," tambahnya. 

Sembari melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah juga mengajak para santri untuk berdialog. Ia menanyai para santri agar tidak takut jelang disuntikkan vaksin. Selain itu ia juga meminta para santri untuk turut mengajak para orang tua santri ikut divaksin. 

"Monggo jika ada yang kurang, monggo disampaikan kepada kami Kiai," ucap Khofifah. 

Sementara itu, per hari ini capaian vaksinasi di Jawa Timur telah mencapai 28,4% untuk dosis pertama, dan 15,9% untuk dosis kedua. Sedangkan untuk santri sendiri yang telah divaksin ada sebanyak 7,38%, dan dosis kedua baru 3,4% dari total target sasaran usia 12-17 tahun adalah 3,5 juta orang. 

Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Abdullah Kafabih juga menyampaikan terimakasih atas perhatian vaksinasi yang diberikan oleh Forkopimda Jawa Timur. 

"Sebab kami Pondok Pesantren Lirboyo terang-terangan membutuhkan dukungan dan pendampingan dari pemerintah," ucap Kiai Abdullah Kafabih, perwakilan dari Ponpes Lirboyo Kediri. (Hen)

Kapolda Jatim saat Serbuan Vaksinasi di SMAN 2 Surabaya: Saya Bangga Pernah Sekolah Disini

 

Surabaya - Serbuan vaksinasi terus dilakukan Forkopimda Jawa Timur, kali ini SMAN 2 Surabaya menjadi sasarannya, pada Sabtu (14/8/2021). 1000 dosis ditargetkan dalam pelaksanaan vaksinasi berbasis pelajar ini. Selain itu, pengecekan ini juga sekaligus memperingati HUT SMAN 2 Surabaya yang ke 71.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, melakukan pengecekan serbuan vaksinasi, dalam rangka mendukung program Pemerintah membentuk herd immunity di Jatim. 

Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi ini diperuntukan kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya yang melaksanakan vaksin tahap ke II dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan gabungan baik dari TNI, Polri, Dinkes dan juga relawan dengan jumlah 48 personel dengan rincian Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 25 personil, Bid Dokkes polda jatim sebanyak 5 personil, Dinkes kota Surabaya 8 personil dan Relawan 10 personil serta bantuan personil dari Kodam V Brawijaya.

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya, untuk ke depan bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. 

"Jadi untuk anak-anakku semua. Yang punya cita-cita menjadi TNI, bercita-citalah menjadi Jenderal. Bersama kita ketahui disini ada dua Jenderal, Bapak Pangdam V Brawijaya, dan Bapak Kasko Armada dua," ujarnya. 

"Lalu yang bercita-cita menjadi polisi bersama kita di sini ada Pak Kapolda Timur, bapak Irjen Pol Nico Afinta, dan juga pak Kabinda Jawa Timur ini juga berbintang," ucap Gubernur dihadapan pelajar SMAN 2 Surabaya.

Semua ingin menjadi bagian yang ikut mendorong bagaimana percepatan vaksinasi di lingkungan kategorinya remaja, umur 12 sampai 17 tahun. 

"Kita berharap bahwa ketika ada percepatan vaksinasi di lingkungan SMA, SMK, yang ada dalam koordinasi Pemprov, tentu ini adalah tahapan proses pembelajaran tatap muka sudah akan bisa dimulai secara terbatas dan bertahap, kalau PPKM-nya sudah level 3, apalagi bisa level 2," Paparnya. 

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, bahwa ini semua adalah proses, dan tetaplah ikuti proses pembelajaran yang sekarang berjalan, yang masih dilakukan secara daring, tapi kemungkinan kita sedang melakukan exercise untuk lakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap dan terbatas. 

"Sesungguhnya ini adalah area di mana Pak Kapolda Jawa Timur menjadi bagian dari keluarga besar SMADA (SMA 2 Surabaya), tentu ingin semangat itu akan mengalir pada seluruh siswa dan seluruh guru, wali murid terutama, dan semua yang hadir di sini, saya rasa sangat ingin mendengarkan pikiran-pikiran strategis dan semangat yang luar biasa dari beliau terutama dalam HUT ke 76 kemerdekaan Republik Indonesia," imbuh Gubernur Jatim. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta yang juga sebagai alumni SMAN 2 Surabaya pada tahun 1989 silam, turut hadir sembari melakukan peninjauan vaksinasi. 

"Saya bangga pernah sekolah di sini , sy lulusan tahun 89 dan saya juga bangga di hari ulang tahun SMAN 2 ini kami juga mengadakan vaksinasi di sini, supaya kita bisa melakukan vaksinasi semua, nantinya dengan keputusan pemerintah bisa belajar tatap muka," ujarnya. 

Kapolda Jatim juga memberikan motivasi kepada pelajar SMAN 2, untuk selalu ingat dengan 3 hal, yang disingkat dengan kata MANTAP yang berarti Iman, Kemauan dan Pengetahuan. 

"Saya ingin menyampaikan tiga hal. Tiga hal ini yang pertama adalah bekal untuk maju kita. Bekal pertama adalah Iman, apa pun kita sebagai manusia harus mempunyai iman yang kuat. Karena itu kunci dari kemampuan kita, kunci dari perjalanan seorang manusia dalam keimanannya," ajaknya. 

"Maka adik-adik silahkan kalian beribadah sesuai agama kalian yang islam sholat, yang kristen ke gereja atau yang hindu ke pura, kuatkan iman, setelah kuatkan iman kuatkan kemauan, kita harus punya kemauan yang kuat untuk mencapai cita-cita. Lalu yang ketiga adalah pengetahuan. Pengetahuan penting untuk menyelesaikan persoalan," tambahnya. 

Oleh karena itu, Kapolda Jatim menanamkan kepada para pelajar SMAN 2 harus punya MANTAP atau kemantapan hati, untuk mencapai cita-cita, karena di masa yang akan datang ilmu pengetahuan itu sangat membantu kita saat bekerja nanti untuk menyelesaikan persoalan. 

"Tapi persoalan tidak selesai tanpa ilmu pengetahuan, tetapi kalau kita punya ilmu pengetahuan tidak menyelesaikan permasalahan itu juga akan menjadi sia-sia," kata Kapolda Jatim. 

Kapolda berharap, semua pelajar di Jawa Timur khususnya SMAN 2 punya pengetahuan dan pekerjaan sehingga nanti bisa berguna bagi masyarakat sendirinya. 

"Saya yakin lulusan SMAN 2 pasti menjadi orang-orang yang berguna. Sekali lagi semangat adik-adik, gantungkan cita-cita, kita naik gunung butuh perjuangan. Kita melihat puncak gunung apakah kita bisa yakin sampai ke sana, Sampai ke gunung tergantung tadi, MANTAP iman, kemauan, dan pengetahuan," pungkasnya Kapolda saat berkunjung di tempatnya bersekolah dulu. 

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis berupa alat kesehatan kepada kepala sekolah, perwakilan guru dan pelajar SMAN 2 Surabaya oleh Forkopimda Jatim. (Hen)

Bersama Presiden RI, Forkopimda Jatim Melaksanakan Video Virtual Ceremonial Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian "Merdeka Ekspor" Tahun 2021

 

Surabaya - Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kepala Kejaksaan tinggi jawa timur, Sabtu (14/8/2021) siang, melaksanakan ceremonial pelepasan ekspor komoditas pertanian "Merdeka Ekspor" tahun 2021 oleh Presiden RI Secara Virtual, yang dilaksanakan di Terminal Peti Kemas Surabaya.

Selain forkopimda jatim hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Wakil Menteri Pertanian, Sekjen Kementan, Kepala BBKP Surabaya, Direktur PT. Pelindo II, PJU Polda Jatim, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Direktur PT. TPS.

Kegiatan ceremonial pelepasan ekspor komoditas pertanian "Merdeka Ekspor" tahun 2021. Merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian negara dimasa Pandemi Covid-19. 

Dalam video virtual, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Memberikan arahan diantaranya, bahwa pada hari ini dilakukan ekspor komoditas pertanian secara serentak dari 17 pintu ekpor melalui bandara udara dan pelabuhan laut di berbagai daerah di indonesia.

Sebagai momentum penguatan ekspor komoditas pertanian indonesia dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah Pandemi Covid-19," jelas Presiden Joko Widodo, saat memberikan arahan melalui video virtual, Sabtu (14/8/2021) siang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga memberi apresiasi setinggi tingginya kepada petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agro bisnis, pemangku kepentingan pertanian lainya yang selama pandemi bekerja keras tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga berhasil meningkatkan ekpor produk pertanian.

"Sektor pertanian salah satu sektor yang mampu bertahan di era pandemi. Ekpor pertanian tahun 2020 naik 15,70 persen di banding tahun 2019," lanjutnya.

"Diharapkan ke depan, kegiatan peningkatan ekonomi nasional ini dapat menjadi pemicu diberbagai sektor ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai dimasa pandemi Covid-19," pungkasnya. (Hen)

Forkopimda Dampingi Menko Marves dan Menkes Lakukan Pengecekan Penanganan Covid-19 di Jatim

 

Malang - Forkopimda Jawa Timur dampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, dan Menteri Kesehatan (Menkes) melakukan pengecekan di sejumlah tempat penanganan covid, di Malang Raya, Jum'at (13/8/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico, Kabinda Jatim, bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, serta Forkopimda Malang Raya mendampingi kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Malang raya. 

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pengecekan Isolasi Terpusat (Isoter) pasien covid, bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam penanganan covid-19. 

Di ruang Isoter BPSDM Kota Malang terdapat 95 Bed Isolasi, terhitung tanggal 13 Agustus 2021 sudah terisi 84 pasien sehingga, saat ini masih tersisa 11 Bed. 

Dalam kunjungannya, Menko Marves mengatakan untuk selalu terbuka dalam penanganan covid-19, walaupun angkanya tinggi pasti akan sembuh dan mengalami penurunan. 

"Jadi jangan khawatir mengenai angka biarkan saja tinggi. Nanti kalau sudah kita obati pasti turun," ucap Luhut didampingi Forkopimda Jatim dan Forkopimda Malang Raya. 


Lebih lanjut Luhut menjelaskan, bahwa kita tidak perlu malu mengenai hal ini, karena ini bukan aib. Penyakit ini bisa diatasi kalau kita tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Jadi isoter ini sangat penting, begitu nanti anda di-testing atau tracing, lalu anda kena. Ikut saja ke Isoter, disini ada dokternya, ada makannya, ada obatnya, pengecekannya, ada semua dan tidak menularkan ke keluarga kita," ujarnya saat melakukan pengecekan di BPSDM Malang. 


Luhut juga mengatakan. Kalau kita tidak hati-hati varian Delta ini sangat berbahaya, bisa menyerang pernafasan, kita tidak tahu tiba saturasi oksigen kita sudah dekat 80, kalau itu terjadi sudah sulit ditolong, sehingga angka kematian tinggi. 


"Kalau di rumah obatnya belum tentu ada, dokter enggak ada, Nakes tidak ada, ngurus saturasi oksigen tidak ada, oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada," kata Menko Marves. 


"Jadi saya titip pada bapak ibu sekalian teman-teman media sampaikan dan juga Pemda, saya titip enggak perlu ada angka-angka yang ditutupin. Biar saja dibuka. Itu masalah kita ramai-ramai kok enggak ada yang salah. Yang salah kalau kita tutupin. Kalau kita buka kalau kita tarik patuh dengan protokol itu pasti turun," Imbuhnya. 


Menteri Kesehatan berpesan dalam hal ini masyarakat tidak perlu takut untuk diswab, karena kalo ada yang kena, itu kemungkinan keluarga terdekat kemungkinan terpapar, itu bisa diswab. 


" Karena kalo kita diswab, dan kita tahu hasilnya, itu bisa melindungi keluarga kita. Yang bahaya itu kalau tidak mau diswab jadi tidak tahu. Justru kalo diswab itu kita bisa tahu hasilnya tidak apa apa, penyakit ini cepet kok disembuhkan," ujar Budi Gunadi Sadikin. 


Usai melakukan kunjungan di BPSDM, rombonga lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes Kemenkes, Malang. Dengan target capaian vaksinasi kepada 2.400 masyarakat Malang Raya. Total Vaksinator berjumlah 85 tenaga kesehatan dari Poltekkes Kemenkes. 


Selanjutnya rombongan melaksanakan pengecekan RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, yang meliputi sarana dan prasarana serta Jumlah Ketersediaan bed occupancy rate (BOR). Sementara ketersediaan bed sebanyak 320, dengan pembagian 303 Bed OTG, 27 Bed IGD atau pasien yang perlu penanganan intensif. Namun, per 13 Agustus, Keterisian Bed sebanyak 271. 


Usai melakukan pengecekan di RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, rombongan lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil, dan Dosis II untuk masyarakat di Puskesmas Dadaprejo, Batu. 


Sasaran vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil sebanyak 90 Dosis dan Dosis ll untuk masyarakat Dadaprejo Batu sebanyak 66 Dosis. Petugas tenaga kesehatan yang terlibat meliputi tenaga screening, registrasi dan vaksinator sebanyak 12 Tenaga Nakes dari puskesmas Dadaprejo Batu. 


Pengecekan Isoter juga dilakukan di YPPI Batu, untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, atau tempat tidur untuk merawat pasien isolasi covid-19, baik dengan gejala ringan maupun sedang secara terpusat. 


Di YPPI Batu juga disiapkan tenaga kesehatan, diantaranya, Dokter sejumlah 2 personel dan Perawat sejumlah 19 orang. Sementara untuk tempat tidur yang tersedia sebanyak 164 bed, dan terisi 59 pasien isolasi. 


Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan rapat koordinasi penanganan covid 19 di wilayah Malang Raya Bertempat di Makorem 083/Baladhika Jaya yang dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Jatim dan Forkopimda Kab/Kota Malang dan Batu. (Hen)

Forkopimda Jatim Melaksanakan Vaksinasi Tahap 2 di Islamic Center Surabaya

 

Surabaya - Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, Ketua DPRD jatim, Pangkoarmada II, Kajati Jatim, Kalanti Jatim dan Kabinda Jatim, mengecek pelaksanaan Vaksinasi Dosis ke-2 Kepada Keluarga Besar Kejaksaan dan Warga Kota Surabaya, yang dilaksanakan pada Selasa (11/8/2021) pagi, di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekda Provinsi Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Pejabat Utama Polda Jatim, Kepala OPD Provinsi Jatim dan Wali Kota Surabaya.

Kegiatan Vaksinasi Dosis ke-2 kepada Keluarga Besar Kejaksaan Serta Warga Kota Surabaya, bertujuan untuk mendukung program Pemerintah membentuk Herd Imunity bagi warga Surabaya dan Jawa timur umumnya.

Tahapan vaksinasi dimulai dari tahapan Skrining, Pendaftaran, penyuntikan Vaksinasi dan Observasi dengan tetap tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Pelaksanaan vaksinasi di Islamic Centre dengan target capaian vaksinasi kepada 2.000 warga Kota Surabaya dan sekitarnya. Total Vaksinator berjumlah 200 tenaga kesehatan dari Dinkes Kota Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan, Ini adalah formasi all in one. Semua bekerja untuk satu tujuan memberikan perlindungan keselamatan kesehatan masyarakat.

Format strong partnership menjadi bagian penting dan tentu Surabaya menjadi episentrum interaksi atau mobilitas dan pertumbuhan ekonomi Jatim Semangat melakukan vaksinasi dosis 1 dan 2.

"Memang harus terkawal dan tentu bagi masyarakat surabaya yang belum tervaksin di dosis pertama, mohon terus bisa mengikuti, dimana proses vaksinasi sangat banyak titik. Maka yg belum dapat dosis pertama, saling proaktif, jadi antara dosis pertama diselesaikan, dan dosis kedua dilakukan percepatan," kata Khofifah Indar Parawansa, usai meninjau valsinasi di islamic center surabaya, Selasa (11/8/2021) pagi.

Sementara itu, M. Dofir Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyebutkan, Ini vaksinasi dosis kedua. Saya bersyukur masyarakat Surabaya antusias mengikuti vaksinasi pada hari ini.

"Hari ini yang mengikuti vaksinasi tahap dua ada 2000 orang. Nakes dan personil pendukung yang ada, merupakan kolaborasi Pemprov Jatim, Pemkot, Kodam V Brawijaya, Koarmada II dan Polda Jawa Timur," ucapnya.

Harapan kami, semoga herd immunity terbentuk, dan kita sehat bebas dari covid-19 dan bisa kembali bertugas. (Hen)

Percepat Herd Immunity, Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi Merdeka di Kodam V Brawijaya

 

Surabaya - Dalam rangka percepatan herd immunity, Forkopimda Jawa Timur gelar vaksinasi Merdeka yang berlangsung di lapangan Kodam V Brawijaya, pada Senin (9/8/2021). Serbuan vaksinasi kali ini khusus untuk tahap dua dan ditargetkan 20.000 dosis dapat terlaksana.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kajati Jatim Mohamad Dofir, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, beserta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, mengecek berlangsungnya vaksinasi yang dibagi di tiga titik, diantaranya di Stadion Brawijaya, Gedung Balai Prajurit, dan Lapangan Kodam V Brawijaya.

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka ini diperuntukan bagi masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya yang melaksanakan vaksin tahap ke dua dengan capaian target vaksin sebanyak 20.000 dosis vaksin.

Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan gabungan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, TNI dan Polri. Dukungan Vaksinator Polri sebanyak 22 personel dan Polwan untuk membantu pengamanan sebanyak 15 personel.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, ini sebagai bagian dari apresiasi daerah-daerah yang sudah menggenjot luar biasa.

"Kota Surabaya ini targetnya 2.9 juta target sasaran vaksinasinya. Jadi kalau per hari ini sudah 71.58% itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa, dari kerja sama seluruh elemen strategis, termasuk hari ini adalah jawaban dari beberapa hari kemarin, warga Surabaya yang sudah divaksin dosis pertama menunggu dosis kedua," tandasnya Gubernur Jatim dihadapan awak media.

Gubernur menambahkan, dengan kekompakan Forkopimda Jatim akan memaksimalkan seluruh ikhtiar untuk bisa memastikan bahwa target sasaran itu bisa mendapatkan vaksinasi sesegera mungkin.

Lebih lanjut, Panglima V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menambahkan, vaksinasi hari ini sekitar 20.000 orang dibagi di tiga titik di Makodam V Brawijaya.

"Karena tempat di sini cukup luas sehingga secara serentak puluhan ribu pun masih bisa memungkinkan dan tetap mengutamakan protokol kesehatan," ucapnya Pangdam V Brawijaya.

Lebih lanjut Mayjend TNI Suharyanto mengatakan. Yang dilaksanakan pagi ini adalah vaksinasi dosis kedua. Ini salah satu jawaban dari kekhawatiran beberapa masyarakat Jawa Timur yang menanyakan kapan diberikannya vaksinasi dosis kedua.

"Nah hari ini kita laksanakan secara masif namun sebelumnya beberapa hari yang lalu juga sudah dilaksanakan," Katanya usai meninjau jalannya vaksinasi bersama Forkopimda.

"Intinya kegiatan ini dilaksanakan secara bersama-sama karena kami seluruh aparat pemerintah Jawa Timur, TNI Polri ini mendukung sepenuhnya kebijakan dan program-program Ibu Gubernur Jawa Timur dan seluruh pemerintahan Kabupaten Kota untuk mendukung suksesnya vaksinasi ini," papar Pangdam.

Selain itu, Pangdam V Brawijaya menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, tidak perlu khawatir dalam pelaksanaan vaksinasi ini, tetap yakin bahwa semua akan dilakukan vaksinasi.

"Hari ini jangan panik, jangan ragu, yakin bahwa vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan, dan yang pertama yang belum juga kita laksanakan, kita bagi tugas tentunya semuanya di bawah arahan Ibu Gubernur Jawa Timur," pungkasnya Mayjend TNI Suharyanto. (Hen)

Kapolda Bersama Forkopimda Genjot Serbuan Vaksinasi di Jatim

 

Sidoarjo - Sebagai upaya percepatan herd immunity khususnya di lingkungan industri di Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur terus melakukan pengecekan serbuan vaksinasi Merdeka di berbagai daerah di Jatim. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (7/8/2021) di PT Maspion, Buduran Sidoarjo.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan, PLH Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, Forkopimda Sidoarjo dan Ketua DPD I KSPSI Jatim Ahmad Fauzi, BPJS Ketenagakerjaan serta jajaran Direksi PT Maspion Unit II Sidoarjo.

Serbuan vaksinasi ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang didukung oleh BP JAMSOSTEK dan PT Maspion Unit II bersama Pemkab Sidoarjo. 

Sementara, vaksinasi yang menggunakan jenis Astra Zeneca ini diikuti oleh sekitar 7.500 pekerja industri padat karya di Kabupaten Sidoarjo, dan melibatkan 100 tenaga kesehatan, yang diselenggarakan mulai tanggal 7 hingga 10 Agustus 2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, vaksinasi yang melibatkan kolaborasi elemen strategis ini merupakan kegiatan partnership dalam rangka proses percepatan vaksinasi, diharapkan dapat dilakukan seluruh industri padat karya, sebagai salah satu langkah untuk melakukan percepatan vaksinasi.
"Jadi kembalinya seluruh kegiatan ekonomi kita akan sangat banyak ditentukan oleh melandainya dan makin terkendalinya Covid-19. Nah, hulunya adalah tetap menjaga protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi," tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Selain itu, Khofifah menghimbau agar daerah-daerah sentra industri terutama industri padat karya, agar sesegera mungkin melakukan  percepatan vaksinasi, agar sektor ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Khofifah juga menjelaskan, suasana kondusif ini tidak terlepas dari kekompakan Forkopimda Provinsi Jatim maupun Kabupaten/Kota.

"Terima kasih Pak Kapolda, terima kasih Pak Kajati, Terima kasih Pak Kasdam, salam hormat untuk Pak Pangdam. Kebersamaan ini memberikan suasana yang kondusif dan PMDN di Jawa Timur, pada Triwulan kedua kemarin tertinggi di Indonesia. Juga tentu adalah Pak Bupati, Pak Dandim, dan Pak Kapolres Sidoarjo juga menjadi bagian yang  menyatu dari jaminan suasana yang kondusif untuk berinvestasi,"  kata Khofifah.

Lebih lanjut Gubernur Jatim menekankan, percepatan vaksinasi di industri padat karya menjadi hal yang sangat penting. Khofifah juga kembali berpesan agar masyarakat melakukan percepatan vaksinasi agar tercipta suasana kondusif.

"Ayo segera sampaikan percepat vaksinasi dan bangun suasana yang kondusif tetap. Jaga protokol kesehatan," imbuh Khofifah.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan dari 31 juta dosis vaksin yang tersebar di Jawa Timur, saat ini terdapat 3 Kota yang memiliki prosentase vaksinasi tertinggi.

"Yang paling mendekati Kota Mojokerto. Dimana Kota Mojokerto  saat ini sudah mencapai 94 persen dari sasaran. Kedua Surabaya hampir 71 persen, lalu disusul kota Kediri," terang Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, jumlah tersebar merupakan hitungan secara presentatif. Namun, jika untuk hitungan kumulatif saat ini vaksinasi tertinggi dicapai oleh Kota Surabaya. Karena herd immunity prosentase dari sasaran. 

Disisi lain, Gubernur Jatim juga menjelaskan, pendistribusian vaksin yang merupakan salah satu program akselerasi herd immunity, khususnya pada industri padat karya serta kampus-kampus di Jatim merupakan jatah kuota dari 5 persen dari distribusi yang diperuntukan bagi Provinsi Jatim. (Hen)

Forkompimda Jatim Cek Serbuan Vaksinasi di Stadion Gajayana Malang

 


Malang - Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kapoksahli Kodam V Brawijaya, Wakil Ketua DPRD Jatim, Sekda Prov, para Kapolres Malang Raya dan Forkopimda kota Malang melakukan pengecekan serbuan vaksinasi di Stadion Gajayana Malang, pada Sabtu (7/8/2021).

Vaksinasi yang berlangsung di Stadion Gajayana dilaksanakan dalam dua hari Sabtu dan Minggu ini , mentargetkan sebanyak 30.000 dosis vaksin, dengan dibantu 620 Tenaga Kesehatan (Nakes).

Masyarakat bisa mendaftar melalui online maupun datang langsung di lokasi, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, bahwa aglomerasi Surabaya, aglomerasi Malang, sama-sama berseiring percepatan vaksinasi bisa dilakukan. Maka kerja bareng kolaboratif sinergitas di antara seluruh stakeholders menjadi sangat penting.

"Jadi serbuan vaksinasi ini namanya juga serbuan, maka yang divaksin dalam Jumlah yang cukup besar dibanding dengan biasanya. Karena memang kita membutuhkan percepatan vaksinasi terutama di aglomerasi Malang," ucapnya.

Untuk memonitor jumlah peserta vaksinasi, bisa dilihat di digital check yang sudah terpasang di lokasi, digital check ini menjadi penting untuk bisa menghitung target.

"Kalau target hari ini katakan lima belas ribu apa sepuluh ribu bisa dilihat flow-nya harus masuk distribusi vaksin yang masuk vaksinatornya di mana, yang divaksin gimana, saya rasa bisa termonitor dengan lebih mudah," tambah Gubernur Jatim.

Khofifah juga menyampaikan, program percepatan di Aglomerasi Malang Raya ini akan bisa terwujud, pencapaiannya bisa lebih cepat kalau masing-masing melakukan sinergi dan kolaborasi secara lebih komprehensif.

"Ini adalah salah satu titik hulu yang dilakukan, vaksinasi ini titik hulu yang tidak kalah pentingnya adalah tetap jaga protokol kesehatan, tetap pakai masker, tetap menjaga jarak, tetap kurangi mobilitas, kurangi interaksi, sampai kemudian PPKM level 4 ini turun, dan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan Semua bisa kita lakukan seperti dulu," tandasnya, didampingi Kapolda Jatim beserta Forkompimda Kota Malang.

"Jadi menurunkan PPKM levelnya menjadi level 3, level 2, sampai level 1, sehingga pendidikan bisa kita lakukan kegiatan Dudika, (dunia usaha, dunia industri, dunia kerja) tidak bisa kita maksimalkan, ini bisa kita lakukan setelah PPKM levelnya bisa kita turunkan tentu dengan ikhtiar bersama-sama seperti ini," pungkasnya Gubernur Jatim.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksda TNI Iwan Isnurwanto menambahkan, bahwa keberadaan Forkopimda Jatim, Forkopimda Kota Malang, sangat membantu mendukung pelaksanaan ini.

"Kami bersama-sama kurang lebih dua minggu melaksanakan persiapan ini, dengan tenaga kesehatan kalau dijumlah seluruhnya kurang lebih ada 620 mulai dari petugas screening, vaksinator, asisten, dan lainnya," tambah Pangkormada II. (Hen)

Kapolda Bersama Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Komunitas Kampus di ITS dan Unesa

 

Surabaya - Forkopimda Jawa Timur cek pelaksanaan vaksinasi berbasis komunitas kampus yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya di dua Universitas Negeri. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar dalam rangka percepatan vaksinasi bagi masyarakat yang berdomisili di Jawa Timur. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., Kajati Jatim Mohamad Dofir, beserta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, Selasa (3/8/2021) mengecek pelaksanaan vaksinasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). 

"Kami terima kasih untuk semua perguruan tinggi di Jawa Timur, sudah memberikan partnership yang luar biasa, tadi saya ke ITS sekarang ke UNESA, minggu lalu ke UNEJ kemarin ke Unisma dan UNM, insya Allah besok lusa ke Brawijaya dan seterusnya," ucap Gubernur Jatim saat melakukan kunjungan vaksinasi di UNESA bersama Forkopimda Jatim. 


Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Jatim, dan di perguruan tinggi adalah program akselerasi vaksinasi, dengan membangun kegotong royongan. 

Dalam kegiatan vaksinasi hari ini yang diselenggarakan di Kampus ITS menargetkan 2500 peserta dapat divaksin dengan mengerahkan 30 tenaga kesehatan, sedangkan di kampus Unesa selain vaksinasi terhadap 5000 peserta vaksin juga diselenggarakan donor plasma konvalesen sebanyak 200 peserta donor dengan dibantu oleh 60 tenaga kesehatan. (Hen)

Sinergitas Forkopimda Jatim dan Forkopimda Surabaya Sukseskan Serbuan Vaksinasi

 

Surabaya - Berkat kerjasama yang baik, sinergitas dari seluruh elemen strategis, baik Forkopimda Provinsi, maupun Forkopimda kabupaten kota, Jawa Timur berhasil menduduki peringkat tertinggi dalam vaksinasi secara dosis. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur saat meninjau serbuan vaksinasi di Lapangan Thor, Jalan Padmosusastro, Surabaya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, pejabat utama Polda Jatim, serta Forkopimda Kota Surabaya,  Kamis siang (29/7/2021) melakukan pengecekan serbuan vaksinasi. 

Usai meninjau jalannya serbuan vaksinasi, Gubernur Jatim beserta rombongan menyampaikan, sampai dengan data per tanggal 28, Jatim masih tertinggi di dalam vaksinasi secara dosis, jadi penggunaan dosis sudah mencapai lebih 23 persen. 

"Kemudian dosis kedua kami sudah hampir 3 juta, mudah-mudahan akan terus terjaga stamina yang luar biasa, sinergitas yang luar biasa, dan semangat masyarakat se-Jawa Timur yang sudah bergerak mengikuti vaksinasi secara masif," papar Gubernur Jatim dihadapan awak media. 

Lebih lanjut Gubernur Jatim menjelaskan. Hari ini hulunya harus di maksimalkan menggunakan masker dan Protokol Kesehatan (Prokes) lainnya, dan hulu yang paling signifikan adalah vaksinasi. Hilirnya kuratif. 

"Data per-kemarin 28 Juli, untuk Bed Occupancy Rate (BOR) di Jawa Timur sudah mulai melandai dibanding dengan awal PPKM darurat. Per-kemarin jam 16.00 WIB, sudah 75 persen untuk perisolasi, sedangkan untuk ICU masih 82 persen, itu artinya bahwa kecenderungan yang masuk kategori gejala berat, mereka membutuhkan istirahat lebih lama dalam perawatannya, ini masih 82 persen, tapi yang ruang isolasi alhamdulillah sudah mencapai tujuh 75 persen," jelasnya Gubernur Jatim didampingi 

"Kelandaian ini tentu karena kerja keras kita semua dan termasuk kedisiplinan masyarakat yang insya Allah mudah-mudahan akan terus terjaga," tambahnya. 

Sementara, Pangkoarmada ll Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menyampaikan. Kegiatan serbuan vaksinasi kali ini ditargetkan sebanyak 25 ribu dosis dibagi dua hari, dalam satu harinya ditargetkan 12.500 dosis.

Vaksinasi ini lakukan oleh tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 406 orang, 300 diantaranya dari pemerintah Kota Surabaya, 106 dari TNI gabungan.

"Keberhasilan kegiatan ini juga tidak luput dari kesadaran dari keluarga besar Surabaya. Arek-arek Surabaya yang memang sangat antusias untuk menjaga dirinya, apabila terserang wabah covid-19," ungkapnya Pangkormada ll. 

"Kami tidak akan pernah berhenti untuk berkontribusi bersama-sama dengan pemerintah lainnya, dengan pejabat di Provinsi Jawa Timur dan juga di seluruh wilayah, bersama-sama mensukseskan dan juga melaksanakan apa yang diberikan amanah oleh pimpinan negara Bapak Presiden Republik Indonesia," pungkasnya Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto. (Hen)

Naik Motor Trail, Pangdam dan Kapolda Jatim Cek Penanganan Pasien Covid di Kabupaten Gresik

 

Gresik - Berangkat dari Makodam V Brawijaya, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., didampingi pejabat utama (PJU) Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim. Rabu (28/7/2021) siang, berkeliling menggunakan motor dari Surabaya menuju ke Gresik, untuk melakukan pengecekan penanganan pasien Covid-19.

Tujuan pertama, Pangdam dan Kapolda menuju ke GOR Stadion Joko Samudro, Kabupaten Gresik.

Tiba di ruang pemantauan pasien, di Stadion Joko Samudro, Pangdam dan Kapolda berbincang dengan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di GOR Joko Samudro, yang dipergunakan tempat isolasi pasien Covid-19.

Usai mendapatkan penjelasan dari nakes, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Puskesmas Gending, yang berada di Jalan Veteran nomor 175 Kecamatan Kebomas Gresik.



Disini Pangdam dan Kapolda kembali berbincang kepada perawat jaga. Mulai dari penanganan pasien, Tracing, ketersediaan Oksigen, maupun penanganan warga jika ada yang positif Covid-19.

Dijelaskan oleh salah satu perawat jaga, bahwa sampai saat ini tracing sudah dilakukan. Selain itu, saat ini sudah banyak yang sembuh dari Covid-19, meski masih ada warga yang dirawat dan melakukan isoman.

Dalam giat tersebut hadir juga Bupati Gresik, Kadinkes, Kapolres dan Dandim Kabupaten Gresik.

Usai dari puskesmas, Pangdam dan Kapolda Jatim menuju ke Posko PPKM di Kantor Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik. Pangdam dan Kapolda Jatim di Kantor Kelurahan kembali berbincang dengan Lurah Gending terkait dengan penanganan Covid-19.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, menjelaskan, hari ini pihaknya bersama Kapolda Jatim melaksanakan pengecekan pelaksanaan isolasi terpusat di GOR Joko Samudro. Saat ini ada 65 pasien Covid-19 yang sedang dirawat, angka ini menurun dari angka sebelumnya yang mencapai 90 orang.

"Pemerintah Kabupaten Gresik sendiri juga sudah menyiapkan isolasi - isolasi terpusat di tingkat Kecamatan. Harapannya memudahkan pemantauan pasien yang isolasi terpusat," jelas Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, usai melakukan peninjauan di Kabupaten Gresik, Rabu (28/7/202) petang.

Ditambahkan pangdam, selain juga melakukan pengecekan di Posko PPKM Puskesmas, pihaknya juga melihat sejauh mana kegiatan di Posko PPKM.

"Petugas ini rata-rata sudah memahami dan mengerti akan tugasnya. Yang menonjol saat ini yakni soal tracing, gimana petugas puskesmas, Babinkantibmas, Babinsa maupun relawan masih mendalami aplikasi Silacak," tambahnya.

Nantinya pelaksanaan tracing tetap akan terus dilakukan, namun datanya dilaporkan secara manual dari puskesmas ke dinkes dengan menghimpun seluruh kabupaten gresik baru dilaporkan ke aplikasi silacak.

"Sedangkan dari polda juga sama, anggota babinkantibmas melaporkan ke polsek, polsek melaporkan ke polda sehingga polda akan menghimpun secara keseluruhan dan membuat data pembanding, hal serupa juga dilakukan oleh babinsa, melaporkan ke koramil sampai ke kodam," pungkasnya.

Usai melakukan pengecekan dan terakhir di Kantor Desa, pangdam dan kapolda jatim memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak PPKM Level 4 yang saat ini diterapkan oleh Pemerintah.

Sebelumnya, Pangdam dan Kapolda juga melakukan pengecekan yang sama kemarin, Selasa (27/7/2021) di Kabupaten Sidoarjo. (Hen)

Forkopimda Jatim Harapkan Pentahelix dapat Bersinergi Wujudkan Herd Immunity di Jatim

 


Surabaya - Upaya mewujudkan herd immunity di Jawa Timur. Forkopimda gencar melakukan kunjungan pengecekan vaksinasi diberbagai daerah, diantaranya sektor Kampus dan pesantren. Sinergitas pentahelix menjadi bagian dalam penanganan ini, diantaranya adalah kampus. 

"Jadi ada pemerintah, ada kampus, ada private sector, ada masyarakat, ada media. Konsep Pentahelix approach ini harus bisa memberikan penanganan yang terbaik bagi seluruh masyarakat, yang kita harapkan bahwa herd immunity ini bisa segera kita wujudkan," paparnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan pengecekan vaksinasi di Universitas Airlangga Surabaya, Minggu (25/7/2021). 

Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim didampingi oleh Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Mahasiswa dan Tenaga Pendidik Universitas Airlangga. 

Vaksinasi ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni hari Sabtu dan Minggu, pada tanggal 24 - 25 Juli, dengan sasaran 6000 Peserta yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa dan Alumni Unair, kegiatan ini melibatkan 50 tenaga kesehatan, gabungan dari RSUD Dr. Soetomo dan RS UNAIR. 

Sinergitas dan strong partnership menjadi bagian yang sangat penting, seluruh elemen strategis yang memiliki energi untuk bisa bersama - sama melakukan percepatan vaksinasi. Kami berharap semuanya bisa kita maksimalkan. 

"Insyaallah perguruan tinggi, perguruan tinggi lain juga akan mendapatkan kuota yang sama dari Pemprov yang sudah di-deliver oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini bisa terus kita lakukan dan percepatan bisa kita wujudkan," tandasnya Gubernur Jatim. 

Diharapkan capaian target serbuan vaksinasi ini dapat didukung oleh semua pihak, sehingga herd immunity bisa terbentuk pada Agustus mendatang, sebagai kado istimewa di HUT RI 76. (Hen)

Kapolda Bersama Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi di Pesantren

 


Sidoarjo - Forkompimda Jawa Timur meninjau pelaksanaan vaksinasi berbasis pelajar. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan vaksinasi, sehingga HUT ke 76 dapat terwujudnya herd immunity di Jatim, hal tersebut di sampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Minggu (25/7/2021), saat di Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya meninjau jalannya vaksinasi berbasis pelajar. 

Vaksinasi di pondok pesantren ini dikhususkan untuk anak-anak berusia 12 sampai dengan 17 tahun, dengan target 3 juta 50 ribu. 

"Lalu yang usia SMA, SMK di Jawa Timur ini 1,3 juta. Jadi itu yang kita ingin maksimalkan dari stok yang ada, pokoknya kita ingin memaksimalkan dari seluruh sinergitas yang bisa kita bangun, kita maksimalkan," paparnya Gubernur Jatim saat meninjau serbuan vaksinasi di Ponpes Bumi Sholawat. 


Gubernur Jatim mengatakan, harapannya kita tetap semangat dan dapat mencapai target, pada saat HUT ke 76 kita bisa mencapai herd immunity. 

"Kita bangun semangat, kita sih pinginnya, HUT 76 ya kita herd immunity-nya bukan 70 tapi 76 persen. Dan saya ingin menyampaikan bahwa alhamdulillah sampai dengan hari ini yang tercatat di dashboard Kemenkes, vaksinasi Jawa Timur secara dosis 1 masih tertinggi seluruh Indonesia. Dosis ke 2 juga tertinggi," ujar Khofifah. 

Kita jaga supaya ritme ini tetap bisa kita bangun semangat sinergitas yang terus lebih baik, herd immunity lebih cepat. 

"Untuk dosis vaksin itu tergantung datangnya, kalau kita kebutuhannya hampir 31 juta, dari total itu datangnya tidak bisa di pastikan, kapan hari 220 ribu dosis, kemarin pagi datang 506 ribu dosis, tapi ya langsung habis-habis dibagi," tandasnya. (Hen)

Forkopimda Jatim Cek Kesiapan RS Darurat Indoor di GBT Surabaya

 


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Forkompimda Jatim memastikan kesiapan Rumah Sakit Darurat Indoor, yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, di Gelora Bung Tomo (GBT), pada Kamis sore (22/7/2021). RS Darurat Indoor ini sudah rampung persiapannya dan dalam waktu dekat siap digunakan. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda Prov Heru Tjahjono, Pejabat Utama Polda Jatim juga Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lokasi untuk mengecek persiapan Rumah Sakit darurat yang disiapkan Pemkot Surabaya di Gelora Bung Tomo. 

RS berkapasitas 225 bed ini disiapkan untuk pasien dengan kategori ringan dan sedang, namun jika ada pasien yang bergejala sedang ke arah berat, akan dirujuk ke RS BDH.  


"Artinya format bagaimana siklus untuk bisa memberikan layanan bagi yang bergejala ringan, bergejala sedang, di sini tempatnya, dan kalau kemudian harus dirujuk karena kecenderungannya ke arah berat maka ke Rumah Sakit BDH," jelasnya Gubernur Jatim usai mengecek kesiapan RS darurat Indoor di GBT. 

Format ini menjadi penting untuk dijadikan mitigasi bersama bahwa di kelurahan tetap ada isolasi. Kemudian di Asrama Haji tetap disiapkan untuk OTG, lalu yang gejala ringan sampai sedang juga disiapkan dibeberapa tempat. 

"Semuanya dalam rangka memastikan bahwa kita semua tetap berikhtiar untuk memberikan layanan kuratif, jadi ini adalah hilirnya kuratif, tetap kita mendorong hulunya, hulunya itu satu vaksinasi, dua adalah disiplin protokol kesehatan, jadi hulu hilir ini harus nyambung," paparnya.

"Persiapan-persiapan ini dilakukan tentu harapannya tidak dipakai akan lebih bagus, tetapi kita tetap harus menyiapkan segala sesuatunya, memastikan bahwa sinergitas antara Forkopimda Provinsi, Forkopimda Kabupaten Kota ini terjalin, untuk memberikan perlindungan dan keselamatan masyarakat," pungkasnya Gubernur Jatim didampingi Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kabinda, dan Sekdaprov Jatim. (Hen)

Kapolda Bersama Forkopimda Jatim Cek Vaksinasi di Jombang guna Wujudkan Herd Immunity

 


Barometer99.com, Jombang-Jatim - Forkopimda Jawa Timur mengecek pelaksanaan serbuan vaksinasi di Gedung Tenis Indoor, Jalan Kusuma Bangsa, Jombang. Sebanyak 2900 warga Jombang telah dilakukan vaksinasi hari ini, Selasa (20/7/2021). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M.,  Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov, Pejabat Utama Polda Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Forkopinda Jombang dan Kapolres Jombang melakukan pengecekan serbuan vaksinasi yang berlangsung di Gedung Tenis Indoor Jombang. 

Dalam pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung di Gedung Tenis Indoor ini, sebanyak 2900 warga jombang telah dilakukan vaksinasi, harapannya serbuan vaksinasi dapat berjalan optimal, mencapai 70 persen dalam rangka membentuk herd imunity di wilayah Jawa Timur. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini Jawa Timur masih menunggu dropping vaksin yang berkelanjutan, sehingga pada bulan Agustus herd immunity dapat terbentuk. 

"Saat ini kita menunggu dropping yang berkelanjutan, dropping yang lebih masif, supaya proses percepatan terwujudnya herd immunity minimal 70 persen warga Jawa Timur dapat tervaksin, di bulan Agustus kita berharap bersama-sama kita akan memberikan hadiah pada HUT ke 76 Indonesia merdeka," ujar Gubernur Jatim. 

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., menambahkan, serbuan vaksinasi ini terus dilakukan secara rutin, hari besar pun tetap dilaksanakan, harapannya dengan gencar melakukan serbuan vaksinasi seperti ini Jawa Timur bisa segera mencapai hard immunity. 

"70 persen penduduk Jawa Timur sekitar masih 18 juta lagi yang belum tervaksin, dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa divaksin. Jadi untuk Jawa Timur pelaksanaan, perencanaan, dan lain sebagainya tidak ada masalah, yang sekarang kita tunggu adalah ketersediaan vaksin," tandasnya Pangdam V Brawijaya. 

Usai mengecek pelaksanaan serbuan vaksinasi, rombongan Forkopimda Jatim dan Kabupaten Jombang lanjut memberikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi vaksinasi. (Hen)

Forkopimda Jatim Cek Langsung Penambahan 200 Bed Ruang ICU dan HCU RSUD Dr Soetomo

 


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Forkompimda Jawa Timur mengecek secara langsung penambahan ruang ICU dan HCU, serta menyapa tenaga kesehatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pada Senin (19/7/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya melakukan pengecekan penambahan ruang ICU, yang terletak di Zona parkir A RSUD Dr. Soetomo Surabaya. 

Penambahan ruang HCU dan ICU yang baru ini ada 6 level 3 lantai, yakni lantai 3,4,5, dengan menyediakan 200 kapasitas bed. levelnya adalah dan intensif per unit. 

Usai mengecek penambahan dan kesiapan tempat ICU, Forkopimda lanjut menyapa para tenaga kesehatan yang berada di berbagai daerah secara virtual, di ruang Lokawidya RSUD Dr. Soetomo. 


"Kami bersama-sama Forkopimda melakukan pengecekan, insyaallah besok sudah bisa digunakan, ada gedung parkir yang memang sudah beberapa waktu lalu disiapkan untuk memberikan layanan. Ada kualifikasi High Care Unit (HCU) dan Intensive Care Unit (ICU)," tandasnya Gubernur Jatim usai menyapa para nakes. 

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penambahan ruang ICU dan HCU ini rencananya besok sudah bisa di gunakan, untuk layanan HCU. 

"Yang tadi kami lihat insyaallah besok sudah akan bisa memulai layanan untuk High Care Unit," ucapnya Gubernur Jatim didampingi Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Kabinda Jatim.

Selain itu, Gubernur Khofifah memaparkan bahwa seluruh seluruh Forkopimda tidak akan pernah berhenti untuk terus berikhtiar, membangun sinergitas seluas-luasnya guna penanganan pandemi covid-19.

"Kekompakan kami di jajaran Forkopimda Jawa Timur adalah bagian bukti, bahwa kami ingin memberikan perlindungan dan keselamatan warga di Jawa Timur ini dengan sepenuh energi yang bisa kita maksimalkan," akunya. 

"Kami pun juga ingin menyampaikan bahwa teman-teman terutama tadi kita sampaikan pada para dokter-dokter yang sedang mengambil spesialisasi terutama paru dan penyakit dalam, mereka juga harus bekerja ekstra bekerja keras memberikan layanan terbaiknya," tambahnya. 

Gubernur juga menambahkan, mereka terus berupaya penanganan covid-19 dari hulu ke hilir, yang satu hilirnya adalah layanan kuratif, hulunya antara lain adalah penerapan prokes 5M dan vaksinasi.

"Semua elemen-elemen strategis di Jawa Timur melakukan maksimalisasi vaksinasi dengan luar biasa. Vaksinasi kita maksimalkan layanan-layanan yang bersifat kuratif juga kita maksimalkan, mudah-mudahan semua berseiring dengan ikhtiar menyelamatkan dan melindungi warga masyarakat Jawa Timur," pungkasnya Gubernur Jatim. (Hen)

Forkopimda Jatim Berikan Bansos dan Ajak Masyarakat Bervaksin

 


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Forkopimda Jawa Timur berikan paket sembako kepada warga Bulak Banteng Surabaya, pada Minggu (18/7/2021). Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) ini dilakukan sebagai bentuk program pemerintah kepada masyarakat yang merasakan dampak PPKM darurat, sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda prov, Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, membagikan 3000 paket sembako dan masker secara langsung ke Warga Bulak Banteng dan Sekitar Kenjeran, Surabaya. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan, pemberian bantuan sosial ini selain untuk membantu warga yang terdampak langsung oleh penerapan PPKM darurat, juga mengajak masyarakat bersama-sama melakukan vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas.


"Semua yang kita lakukan ini bertujuan untuk keselamatan rakyat, oleh karena itu ayo kita terapkan prokes dalam kehidupan kita sehari-hari dengan 5M, dan vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan herd immunity, sedangkan bansos sendiri untuk membantu masyarakat yang terdampak PPKM darurat," tandasnya Kapolda Jatim. 

"Kami melaksanakan Bansos ini tidak hanya di kota Surabaya sekitarnya saja, melainkan serentak di seluruh Jawa Timur, sebanyak 2500 ton beras, dan 70.000 paket sembako, yang merupakan bagian dari program bapak Presiden," kata Irjen Pol Nico Afinta usai memberikan Bansos. 

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Forkopimda Jatim berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten /Kota, juga harus didukung oleh masyarakat dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah.

"Dimohon kepada masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi, ayo datang ke Puskesmas mendaftarkan diri, datang ke Kantor TNI dan Polri supaya dapat divaksinasi. Harapan kami masyarakat yang belum divaksin silahkan datang," tutup Kapolda Jatim. (Hen)

Forkompimda Jatim Mengecek Langsung Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi di Malang

 


Barometer99.com, Malang-Jatim - Forkopimda Jawa Timur turun langsung mengecek pelaksanaan vaksinasi di Universitas Negeri Malang (UNM), dalam rangka serbuan vaksinasi di Jawa Timur, dalam pelaksanaan kali ini ditargetkan 5000 orang dapat dilakukan vaksinasi pada hari ini, Minggu (18/7/2021). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., serta didampingi Pejabat Utama Polda Jatim, Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Forkopinda Malang dan para Kapolres Malang Raya bersama-sama kembali mengecek serbuan vaksinasi yang berlangsung di Jawa Timur. 

Kali ini serbuan vaksinasi di UNM telah menyiapkan 35 tim vaksinator dengan target 5000 vaksinasi, yang dikhususkan untuk warga Malang Raya, dan teknis vaksinasi dibagi menjadi tiga tempat, yakni di Graha Cakrawala, Sasana krida, dan Lapangan tenis indoor, semua masih dalam areal Universitas Negeri Malang. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya mengatakan, hari ini kita menyaksikan ada lonjakan kasus positif secara eksponensial. Itu Karena ada peningkatan yang cukup signifikan dari masyarakat yang melakukan testing secara mandiri. 

"Setidaknya ada enam kali lipat, dari masyarakat yang melakukan testing melalui Swab PCR, makin banyak yang testing, makin memungkinkan kita melakukan tracing, tetapi kita melihat bahwa Bed Occupancy Ratio (BOR) Rumah Sakit ternyata flat, nah BOR-nya flat tetap kelihatan hasil dari swab PCR menunjukkan peningkatan karena testing kita pada seminggu terakhir ini meningkat sampai enam kali lipat," paparnya Gubernur Khofifah usai meninjau jalannya vaksinasi di UNM. 


"Kemudian kita mencoba membangun sinergitas secara solid, kohesivitas kita sangat tinggi, untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, Baksos lalu bentuknya juga vaksinasi, ini alhamdulillah berseiring dengan semangat masyarakat, animo yang sangat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi," lanjutnya. 

Oleh karena itu, berikutnya adalah Gubernur meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi interaksi, mengurangi mobilitas. 

"Karena 5M ini kunci untuk bisa melandaikan bahkan menghentikan penyebaran covid-19.Tugas pemerintah memaksimalkan tracing, memaksimalkan testing, memaksimalkan treatment," tandasnya. 

Sementara, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto menambahkan, ini merupakan bentuk kerja sama dan sinergitas antara Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kota Malang, dengan universitas, civitas akademika khususnya Universitas Negeri Malang.

Pangdam mengatakan, bahwa yang mengikuti vaksinasi ini tidak hanya warga yang mempunyai KTP Malang, melainkan warga yang di luar kabupaten dan Kota Malang juga bisa dilakukan. 

"Kami melaksanakan secara terus menerus sebagai bagian dari program vaksinasi nasional. Seperti kita ketahui bersama bahwa Jawa Timur alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari 20 persen penduduk Jatim yang divaksin. Bahkan Jatim tidak termasuk mendapat prioritas oleh Presiden Republik Indonesia," jelasnya.

"Beberapa kali Presiden menyampaikan bahwa sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan vaksinasi di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Tetapi Jawa Timur tidak karena secara mandiri pun sudah bisa melebihi target dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang tadi saya sebutkan," imbuh Pangdam. (Hen)

Postingan Populer