Tampilkan postingan dengan label HANKAM. Tampilkan semua postingan

Tolak Aneksasi Palestina oleh Israel

Barometer99.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Retno dalam Konferensi Tingkat Menteri ​Luar Biasa (KTM-LB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung secara daring, Rabu (10/6/2020) lalu.

“Aneksasi wilayah Palestina oleh Israel baik secara 'de-facto' maupun 'formal', merupakan hal yang tidak dapat diterima,” tegas Menlu RI, Retno Marsudi, dalam Konferensi Tingkat Menteri ​Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung secara daring, Rabu (10/6/2020).

Konferensi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, sebagai Ketua Komite Eksekutif OKI,membahas situasi terkini di Palestina, khususnya rencana Israel menganeksasi sebagian wilayah Palestina di Tepi Barat, pasca kesepakatan pembentukan pemerintahan koalisi antara Benyamin Netanyahu dan Jenderal Benny Gantz.

Dalam KTM-LB ini, Menteri Luar Negeri RI secara khusus menekankan, bahwa rencana aneksasi di tengah pandemi Covid-19 telah melipatgandakan tekanan kepada Palestina, menghancurkan prospek perdamaian dan mengancam stabilitas kawasan.

Di hadapan para Menteri Luar Negeri OKI, Retno mengajak negara anggota OKI untuk bersatu dan memobilisasi kekuatan untuk menolak aneksasi wilayah yang direncanakan oleh Israel tersebut melalui tiga cara.

Pertama, apabila Israel melanjutkan aneksasi secara formal, maka negara anggota OKI yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel diminta melakukan langkah diplomatik sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.

Kedua, Negara-Negara OKI secara kolektif menggalang dukungan internasional, untuk menolak aneksasi Israel di berbagai forum internasional seperti Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM.

Ketiga, mendorong dilanjutkannya negosiasi yang kredibel dan sesuai parameter yang disepakati secara internasional, untuk mencapai “solusi dua negara” (two-state solution), dimana Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai.

Sebelum pelaksanaan KTM-LB ini, Indonesia juga telah menggalang dukungan internasional untuk Palestina, di antaranya melalui surat Menteri Luar Negeri RI kepada para menteri luar negeri negara anggota GNB, G-77, OKI, Uni Eropa, dan seluruh anggota Dewan Keamanan PBB yang memuat posisi tegas Indonesia menolak rencana aneksasi oleh Israel.

Seluruh negara peserta KTM-LB ini sepakat untuk mengambil langkah-langkah politik, hukum, dan ekonomi sebagai tanggapan atas rencana aneksasi wilayah Palestina oleh Israel tersebut.

Sumber  : Humas
Editor     : Herbi.

Lisnawati Warga Gampong Matang Seulimeng Kota Langsa Bangga Dengan Kinerja Jajaran Kapolsek Langsa Barat.

Barometer99.com, LANGSA -  Sesuai Intruksi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, dalam  memerintahkan seluruh Jajaran Kepolisian, baik Itu Polda, Polres dan Polsek serta satuan lainnya, agar segera patroli kepelosok-pelosok Desa di seluruh Indonesia, guna mencari warga masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah, terkait dampak dari Virus Corona Disaese Virus 2019 (Covid-19), maka segera diberikan bantuan logistik sesuai dengan keadaan daerah masing-masing.

Terkait akan hal tersebut, Polres Langsa Melalui Kapolsek Langsa Barat IPDA Mulyadi SE, bersama jajaran terus melakukan koordinasi dengan pihak Gampong/Desa, Dusun, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta para Insan media, terlepas giat patroli dalam wilayah Polsek Langsa Barat.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto SH MH SIK, melalui Kapolsek Langsa Barat IPDA Mulyadi SE mengatakan, Allhamdulillah kita secara continue selalu mengadakan giat patroli rutin dalam wilayah Polsek Langsa Barat, Polres Langsa dengan tetap mengikuti Prokol Kesehatan.


"Sesuai anjuran pemerintah dan juga menerima laporan masyarakat atau unsur-unsur elemen masyarakat lainnya, dengan tetap menerima serta langsung cek ke lokasi apakah benar sesuai dengan laporan tersebut," ungkapnya.

Lanjut Mulyadi menjelaskan, hingga hari ini
kami dari Jajaran Polsek Langsa Barat sudah menyalurkan Bantuan Sosial (Paket sembako) Ke ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Pandemi Covid-19, yang secara khusus memang belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Sama halnya dengan giat hari ini, Jum'at (12/6/2020) Jajaran Polsek Langsa Barat melalui Bhabinkamtibmas di Gampong/Desa setempat,melaksanakan Giat Bantuan Sosial Kemasyarakatan kepada lima (5)  KK di
dua Kecamatan dalam Wilayah Polsek Langsa Barat Pemko Langsa," kata Mulyadi.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Gampong Matang Seulimeng Polsek Langsa Barat, Bripka Dian menyampaikan, kami dari Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan atas laporan yang disampaikan dan setelah berkoodinasi langsung dengan Kapolsek.

"Saya bersama jajaran Polsek Langsa Barat secera menindak lanjuti laporan tersebut, dengan secara berkoordinasi dengan pihak Aparatur Gampong setampat melaiui Geuchik maupun Kepala Dusun (Kadus)," ujarnya.

"Allhamdulillah hari ini kami selesai laksanakan Giat Bansos di lima Gampang dalam Dua Kecamatan, diantaranya, Gampong Alue Dua dan Gampong Alue Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro Serta Gampong Seuriget, Gampong Matang Seulimeng, Gampong Sungai Pauh Firdaus Kecamatan Langsa Barat, Dengan harapaan dari apa yang telah kami sampaikan semoga Bermanfa'at kepada para warga sekitar," jelasnya.

Lisnawati, salah seorang warga Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat mengucapkan terima asih kepada Kapolsek Langsa Barat beserta jajaran, yang mana telah menyalurkan bantuan kepada kami.

"Saya disini sangat memahami aturan dari pemerintah, melalui program-program bansos yang telah berjalan selama ini, diantaranya PKH, BPNT, BST, BANK BRI dan BANK BNI," terangnya.

Lisnawati menambahkan, saya yang bukan penduduk Gampong Matang Seulimeng dalam artian saya tidak memiliki Kartu Keluarga Gampong Matang Seulimeng, lantaran saya belum mengurus surat pindah dari Gampong asal saya yakni Kabupaten Aceh Tanggara, Kutacane.

"Maka sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kepolisian Daerah Aceh Khususnya jajaran Kepolisian  Kota Langsa yang telah menyalurkan," Ucapnya sedikit terharu serta bangga akan kinerja Jajaran Polsek Langsa Barat.

Laporan : JBI Korwil Aceh
Editor     : Herbi.

Evakuasi Masyarakat Dari Tembagapura ke Timika.

Prosesi evakuasi masyarakat dari Tembagapura menuju Timika


Papua - Barometer99.com, telah dilaksanakannya giat evakuasi masyarakat setempat dari Tembagapura menuju Timika demi keamanan, adapun prosesnya terbadi menjadi Dua (2) Gelombang pertama berangkat pukul 14.00 WIT dengan 3 Bus dan jumlah masyarakat:

a. Jumlah      : 218 org
b. Dewasa     : 121 org
c. Anak-anak :  97 org

Gelombang ke 2 berangkat pukul 22.00 WIT  dengan 11 Bus dan jumlah masyarakat :

a. Jumlah     :   699 org
b. Dewasa   :    533 org
c. Anak-anak : 166 org

Total Jumlah seluruhnya 917 Orang.

**(riil).

Empat Jam Ganjar Rapat Antisipasi Dampak Virus Corona


Jakarta - Barometer99.com. Antisipasi dampak perekonomian dan kesehatan dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyikapi perkembangan penyebaran virus Corona yang mencapai setidaknya di 50 negara. Antisipasi tersebut oleh Ganjar dibagi dalam dua klaster, yakni strategis dan taktis.

"Penanggulangan potensi terjadinya wabah di Jawa Tengah kita antisipasi.

Kita membuat skenario, bagaimana penanggulangan penyakitnya dan secara ekonominya kita pertimbangkan masak-masak," kata Ganjar di kantornya usai menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

Rapat yang digelar usai salat Jumat tersebut selain diikuti dinas-dinas dalam rumpun perekonomian dan pembangunan sumberdaya manusia, juga melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Bea Cukai dan para ilmuwan.

Untuk sektor perekonomian, Ganjar mengatakan saat ini pihaknya tengah mencermati indikasi Jawa Tengah bakal terkena dampak, pertama akibat virus Corona, kedua dampak dari status negara maju yang dilabelkan Amerika pada Indonesia.

Dalam rapat tersebut akhirnya diformulasikan kemungkinan para pengusaha bakal kesulitan bahan baku dan memerlukan kemudahan relaksasi.

"Maka tadi diskusinya adalah kita mencari negara-negara yang bisa memberikan bahan baku sebagai pengganti bahan baku yang sebagian besar bersumber dari China.

Kita siapkan program relaksasi terutama dalam perizinan-perizinan," katanya.

Secara garis besar, merebaknya virus Corona ke berbagai negara itu belum memberi dampak negatif terhadap perekonomian, khususnya dunia industri di Jawa Tengah.

Namun Ganjar menyadari bahwa industri yang paling besar di wilayahnya yakni tekstil dan mebel, sebagian besar bahan bakunya diimpor dari China.


Karena awal munculnya virus itu dari China, Ganjar menyebut rata-rata bahan baku seperti kapas hanya akan bertahan dalam dua bulan ke depan.

"Minggu depan akan diformulasikan bagaimana kita mengantisipasi secara strategis atau jangka panjang maupun taktis jangka pendek.

Untuk jangka pendek kita tadi bicara untuk mencari subtitusi kapas yaitu rayon. Dan di Indonesia sudah ada," katanya.

Namun demikian Ganjar memastikan sampai saat ini merebaknya virus Corona belum memberi dampak negatif pada perekonomian di Jawa Tengah.

Maka setelah Ganjar hitung-hitungan dengan ilmuwan, dalam satu tahun ini Pemprov Jateng mesti melakukan antisipasi.

"Sampai sekarang belum terasa. Sampai April asumsinya akan berdampak, iya kalau kita diam. Tapi ini kita kan tidak diam.


Maka hari ini kita rapat dan strategi untuk kita berjalan jangka panjang dan pendek.

Yang pendek kita siapkan subtitusinya, meningkatkan konsumsi dalam negeri dan lainnya," kata Ganjar.

Selain sektor perekonomian, dalam rapat tersebut juga dibahas skenario dari sisi kesehatan. Ganjar mengatakan telah menyiapkan seluruh rumah sakit untuk siaga.

Selain itu pihaknya juga menyiapkan tempat isolasi jika wabah tersebut menyerang Jawa Tengah.

"Kita juga sudah membuat skenario dari sisi kesehatan, jika terjadi rumah sakit mana yang siap? Tadi usulannya menarik mesti ada tempat isolasi, baik itu di rumah sakit, pelabuhan dan bandara," katanya. **(riil)

Pulau Sebaru untuk Observasi, Kapolri Apresiasi Warga, Bupati dan Forkopimda Kepulauan Seribu


Kepulauan Seribu - Barometer99.com

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan turun mengamankan Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Pasalnya, pulau seluas 16,6 hektare tersebut akan dijadikan tempat observasi penularan virus korona (Covid-19) bagi 188 WNI ABK kapal pesiar World Dream. 

Kapolri Jendral Idham Azis menyebut pihaknya membantu penjagaan di luar Pulau Sebaru. Dalam hal ini, personel Polair berada di ring 2 maupun ring 3 dari lokasi observasi. Penjagaan tersebut dilakukan guna menjaga sterilitas selama masa observasi yang berlangsung 14 hari.


"Di ring 2, Polri bersama dengan TNI AL, Denjaka (Detasemen Jalamangkara), kita menjaga aktivitas masyarakat," tegas Idham di Pulau Sebaru, Kamis (27/2).

Pada kesempatan tersebut, Idham secara khusus juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah serta warga Kepulauan Seribu  yang bersedia menerima kehadiran 188 WNI ABK World Dream.


"Kita juga berterima kasih sama pemda, Pak Bupati dan seluruh forkompinda Kepulauan Seribu yang diidealkan untuk menerima saudara-saudara  kita 188. Dan ini satu hal yang bagus sehingga kita TNI dan Polri dan seluruh masyarakat akan bekerja sama menjaga sampai nanti selesai masa observasi," tandas Idham.


Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan bantuan berupa 200 selimut bagi 188 WNI ABK Dream World. Rencananya, mereka akan berlabuh ke Pulau Sebaru besok, Jumat (28/2).
(Rl)

Proses Evakuasi Melalui Mekanisme "Ship to Ship" KRI Dr. Soeharso Jemput 188 WNI di Kapal World Dream


Presiden Jokowi: Kredibilitas Lembaga Peradilan Ditentukan oleh Kredibilitas Para Hakim



Jakarta - Barometer99.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi terhadap Mahkamah Agung (MA) yang telah melakukan reformasi besar-besaran terhadap dunia peradilan untuk melayani masyarakat secara cepat, secara transparan, serta memberikan keadilan dan rasa adil kepada masyarakat.

Kredibilitas lembaga peradilan sangat ditentukan oleh kredibilitas para hakimnya. Karena itu, reward dan punishment harus diterapkan secara konsisten,”ujar Presiden Jokowi pada laporan tahunan MA tahun 2019, Rabu (26/2), di Jakarta Convention Center (JCC), Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Negara yakin dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang semakin baik maka kualitas putusan juga akan semakin baik.

Ia juga mendukung langkah MA dan Komisi Yudisial untuk meningkatkan pengawasan hakim.

“Hakim-hakim yang bersih dan berkualitas harus diberikan apresiasi dan penghargaan, sehingga tercipta peradilan yang bersih, peradilan yang berwibawa, seperti yang diharapkan oleh seluruh masyarakat,” tutur Kepala Negara.

Menurut Presiden, dirinya memahami tantangan yang dihadapi oleh Mahkamah Agung dan jajarannya sangatlah berat dan tidaklah mudah.

Untuk itu, semua warga negara terutama dari keluarga kurang beruntung harus semakin berani memperjuangkan keadilan.

“Masyarakat harus memperoleh layanan yang semakin baik dan cepat di tengah masalah yang semakin kompleks,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa masyarakat harus memperoleh keputusan yang seadil-adilnya di tengah kepentingan antar pihak yang berperkara.

“Kami sangat menghargai upaya MA untuk mewujudkan peradilan yang sederhana, yang cepat, dan yang berbiaya ringan. Ada di e-Court, ada e-Summons, e-Filing, e-Payment, dan juga ada e-Litigation,” kata Presiden ke-7 RI.

Kecepatan dan keterbukaan, menurut Presiden, adalah kunci penting. Ke depan, lanjut Presiden, harus semakin sederhana, semakin cepat, dan semakin transparan dan hasilnya sudah terasa.

“Dari 20.275 beban perkara di tahun 2019, hanya tersisa 217 perkara yang belum diputus. Ini adalah jumlah terendah sepanjang sejarah berdirinya Mahkamah Agung,” imbuhnya.

Dalam kerangka reformasi peradilan, Presiden juga akan terus mendukung upaya MA untuk meningkatkan kualitas putusan para hakim melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik SDM calon hakim, maupun hakim yang sudah ada.

“Di tengah banyaknya profesi-profesi baru di bidang hukum yang menjanjikan, minat untuk menjadi hakim juga harus terus didorong, terutama masuk ke fakultas – fakultas hukum yang terbaik sehingga mendapatkan input calon-calon hakim yang semakin baik,” tutur Presiden.

Tumbuhnya kepercayaan masyarakat pada dunia peradilan, sambung Presiden, adalah bagian yang sangat mendasar dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat pada hukum.

“Kita ingin dalam masyarakat Indonesia tumbuh budaya sadar dan taat hukum sehingga hukum tampil bukan hanya dalam wajah yang represif yang menuntut kerja para penegak hukum, tapi sadar hukum sudah hidup dalam budaya masyarakat sehingga kerja-kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan,” pungkas Presiden. ** (rill/JBI Atjeh).

Pemerintah Upayakan Skema Evakuasi Terbaik bagi WNI di World Dream dan Diamond Princess



Teluk Durian - Barometer99.com

Pemerintah Indonesia mengupayakan skema terbaik bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream. Saat ini pemerintah tengah mengevakuasi 188 WNI yang berada di World Dream.

Presiden Joko Widodo, dalam keterangannya, mengatakan bahwa pihaknya memiliki dua agenda evakuasi yang harus dijalankan satu per satu. Evakuasi WNI di World Dream terlebih dahulu dilakukan mengingat lokasinya yang berada di perairan Indonesia.

“Setelah kita rapatkan beberapa kali kemudian diputuskan terlebih dahulu yang berada di World Dream. Jumlahnya lebih banyak, yaitu 188, yang itu juga berada di dekat kita. Sudah di dekat kita,” ujarnya di Jakarta Convention Center, pada Rabu, 26 Februari 2020.

Sebanyak 188 WNI anak buah kapal World Dream tersebut akan dijemput menggunakan KRI Dr. Suharso dan akan menjalani prosedur observasi terlebih dahulu di Pulau Sebaru yang berada di gugusan Kepulauan Seribu.

“Juga kemarin ada persoalan terkait kapasitas dan fasilitas yang ada di pulau dalam menyelesaikan ini. Akhirnya diputuskan di Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu karena kesiapannya lebih baik,” kata Presiden.

Adapun terkait dengan WNI yang berada di kapal Diamond Princess, Presiden mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan diplomasi dengan pemerintah Jepang. Meski demikian, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah ingin sesegera mungkin menyelesaikan proses evakuasi tersebut.

“Ini masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah Jepang. Tidak semudah itu diplomasi negosiasi, tidak segampang itu. Tapi kita akan berusaha secepat-cepatnya untuk menyelesaikan ini,” tuturnya.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin pemulangan para WNI tersebut dilakukan dengan cara gegabah.

“Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dikalkulasi. Hati-hati, saya hanya selalu pesan kepada Menko, hati-hati memutuskan dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Harus tepat,” tandasnya. ** (riil)







Sesuai Arahan Presiden, KRI Dr. Soeharso Jemput 188 WNI di Kapal World Dream

Begini Proses Evakuasi 188 WNI menggunkan Kapal KRI Dr. Soeharso


Teluk Durian - Barometer99.com

Proses evakuasi dengan KRI Dr. Soeharso Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada hari ini, Rabu (26/2), sebanyak 188 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dijemput Kapal Republik Indonesia (KRI) Dr. Soeharso di Teluk Durian.

”Dengan kecepatan kapal sekarang, diperkirakan KRI Dr. Soeharso akan sampai di lokasi pertemuan (rendevouz) dengan kapal pesiar World Dream sekitar jam 12.00 WIB siang tadi,” ujar Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rahman.

Proses evakuasi kemanusiaan dari kapal ke kapal ini, menurut rilis, akan berlangsung beberapa jam. Sebagaimana rilis, Fadjroel menjelaskan bahwa setelah proses evakuasi selesai kemudian KRI Dr. Soeharso akan berlayar ke pulau transit observasi, Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

”Transit observasi minimal berlangsung 14 hari di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sesuai protokol World Health Organization (WHO),” tambahnya.

Perlakuan sama terhadap WNI, menurut Jubir Presiden, berlaku baik yang sebelumnya dievakuasi dari Provinsi Hubei maupun yang berada kapal World Dream.

”Tidak ada seorang pun yang akan ditinggalkan pemerintah. Dan itu keputusan politik yang sudah diambil oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Jubir Presiden di akhir rilis. ** (rill)

Kapolres Batu Bara, Bangun Zona Intregritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi



Batu Bara - Barometer99.com


Batu Bara -- Polres Batu Bara, dalam rangka memulai tahap pembangunan Zona Integritas, Polres Batu Bara menggelar acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang dirangkai dengan penandatanganan dan pembacaan Pakta Integritas,Selasa (25/2/2020) di Aula Bhayangkari Polres Batu Bara

Acara yang dihadiri Bupati Batu Bara yang diwakilkan Asisten III Renol Asmara, Dandim 0208/As, Kajari Batubara Muliyadi Sajaen, Kemenag Batu Bara Sopiyan, MA dan seluruh undangan lain.

Amanat Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengawali komitmen jajaran Polres Batu Bara untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Adapun tujuan acara ini kesungguhan institus polri khusunya polres Batubara dalam mengukuhkan diri sebagai lembaga yang mempunyai komitmen untuk mencegah korupsi kolusi dan nipotisme (KKN) disertai mewujudkan wilayah bebas korupsi serta repormasi birokrasi yang akuntabel diseluruh jajaran polres Batubara. Ujar Kapolres.

Penandatanganan Pakta Integritas AKBP H Ikhwan Lubis, SH, MH menyampaikan harapannya agar para pejabat di lingkungan dapat memprakarsai pembangunan ZI, melaksanakannya dengan penuh rasa tanggung jawab, bukan hanya sekadar pemenuhan pelaporan yang hanya membutuhkan kebutuhan.

Dalam kesempatan ini Bupati Batu Bara Ir H Zahir. M.ap diwakilkan Renol Asmara menyampaikan apresiasi dan dukungan pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Pencanangan tersebut ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan atau Fakta Integritas. Keberhasilan pembangunan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing masing individu yang mempunyai relevansi dari organisasi nya.

Reformasi birokrasi yang menjadikan komitmen seluruh institus aparatur pemerintah dan pelayanan publik,dapat dinilai dari seberapa besar perubahan mendasar yang dilakukan secara bertahap. Ini diharapkan bisa membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan.
** (riil)/( RH).


Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand diduga terdampar di Pesisir Pantai Desa Meskom Prov. Riau


Riau - Barometer99.com

Sabtu tanggal 22 Februari 2020 sekira Pukul 13.15 WIB, bertempat di Pesisir Pantai Desa Meskom Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis Prov. Riau telah ditemukan Kapal Yacth  (Layar) terdampar yang diduga berasal dari Negara Thailand dengan Crew 5 orang WNA, dengan identitas sebagai berikut :

1. Mrs. Ratdawan, No. Passport AB3237775, berlaku 17 Maret 2024, Asal Negara Thailand, Udon Thani 14 april 1973.

2. Mr. Det, No. Passport AB4265511, berlaku 26 Januari 2025, Asal Negara Thailand, Udon Thani 22 Maret 1980.

3. Mr . Naithan, No. Passport AA53798422, berlaku 03 Desember 2020, Asal Negara Thailand, Udon Thani 27 Maret 2005.

4. Mrs. Budsaba, No. Passport AB4265510, berlaku 26 Januari 2025, Asal Negara Thailand, Udon Thani 17 April 1979.

5. Mr. Roger Anthony, No. Passport 548416614, berlaku 31 Juli 2020, Asal Negara Inggris, Udon Thani, 09 April/AVR 50.

Adapun materil yang dimankan adalah Kapal pesiar 1 Unit, Dokumen Passport sebanyak 5 orang,  ATM Pribadi Bank Thailand.

Menurut saksi Sineriyo 32 tahun yang menjabat sebagai Asisten Afdeling 3 inti PT. Meskom No F.3 Blok 926 Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis Prov. Riau, Kronologis penemuanya adalah Pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2020 Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand berlayar dari Negara Singapura dengan tujuan ke Negara Malaysia dan ketika di tengah perjalanan menuju Negara Malaysia kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand tersebut mengalami kerusakan pada mesin sehingga mengakibatkan Kapal tidak bisa berbuat apa-apa dan dibawa arus sampai ke Perairan Pantai Desa Meskom Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis Prov. Riau.

Pukul 13.15 WIB, Pihak Karyawan PT. Meskom Asisten Afdeling 3 inti An. Sineriyo yang sedang melakukan kegiatannya sehari-hari mengecek lokasi PT. Meskom menemukan Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand yang sedang tersandar di bibir pantai yang mana Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand sudah terombang-ambing selama 3 hari di Lautan.

Pukul 13.30 WIB, Karyawan PT. Meskom Asisten Afdeling 3 inti An. Sineriyo melaporkan temuan tersebut kepada pihak kemanan dan Instansi terkait untuk melakukan pengecekan yang mana di dapatkan informasi salah seorang Crew Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand sedang mengalami Sakit agar dapat dipastikan tidak mengidap penyakit menular (antisipasi mengidap Virus Corona yang sedang marak).

Pukul 17.00 WIB, pihak keamanan dan Instansi terkait baik dari Dinas Kesehatan Kab. Bengkalis dan Pihak Karantina Kab. Bengkalis tiba dilokasi untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan terhadap ke 5 Crew Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand tersebut.

Pukul 17.30 WIB, pemeriksaan kesehatan terhadap ke 5 Crew Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand dinyatakan Steril dari penyakit menular (Virus Corona) yang sedang marak dan salah seorang Crew asal Negara Inggris An. Nama Mr. Roger Anthony, No. Passport 548416614, berlaku 31 Juli 2020, Asal Negara Inggris, Udon Thani, 09 April/AVR 50 yang informasil awal sedang sakit ternyata mengalami sakit Lumpuh.

Pukul 18.00 WIB, ke 4 Crew Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand dan 1 Crew asal Negara Inggris di bawa ke Kantor Imigrasi Bengkalis Jl. Jend. Ahmad Yani Kel. Bengkalis Kota Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis Prov. Riau untuk dimintai keterangan lebih lanjut sambil dilakukan perbaikan kepada Mesin Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand yang sedang rusak.

Pukul 18.30 WIB, kegiatan selesai dalam situasi aman dan Kondusif.

Yang harus dicatat dalam hal ini adalah Perlu dilakukan penyelidikan khusus terhadap keberadaan terdamparnya kapal Yacth tersebut, modus Kapal terdampar sering digunakan oleh agen2 intelijen asing untuk infiltrasi ke Indonesia.

Hasil pengecekan pemeriksaan kesehatan telah dilakukan dan dinyatakan ke 5 Crew Kapal dinyatakan Steril dari penyakit Menular (Virus Corona) oleh Pihak Dimas Kesehatan Kab. Bengkalis dan Pihak Karantina Kab. Bengkalis.

Saat ini ke 4 Crew Kapal Layar (Yacht) asal Negara Thailand dan 1 Crew asal Inggris diamankan di Kantor Imigrasi Bengkalis, Pangkasnya. ** (riil)






Postingan Populer