Tampilkan postingan dengan label Pemerintah-Pusat. Tampilkan semua postingan

MIND ID Ambil Alih 20 Persen Saham PTVI


# Erick Thohir: Akuisisi Ini Buat Indonesia Dapat Mainkan Peran Strategis Utama dalam Industri Nikel Global

# Bung Arman: Bukti Keberhasilan Indonesia


Barometer99.com, JAKARTA - Holding BUMN Pertambangan, MIND ID mengambil alih 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (PTVI). Perusahaan negara tersebut sebelumnya telah mengakuisisi 51 persen  saham PT Freeport Indonesia.

Pengambil alihan saham Vale itupun disaksikan langsung Menteri BUMN Erick Thohir. Di mana MIND ID menandatangani perjanjian definitif dengan Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM). Dengan demikian kepemilikan saham di PTVI berubah menjadi VCL 44,3 persen, MIND ID 20 persen, SMM 15 persen dan publik 20,7 persen.

Sebagaimana dilansir dari sumber media, dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2020) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir BA MBA mengatakan, bahwa Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil/Kanada) dan Freeport Indonesia (Amerika Serikat) merupakan bukti keberhasilan Indonesia, dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri  dalam industri nikel global.

Erick Thohir pun berharap, akuisisi ini membuat Indonesia dapat memainkan peran strategis utama dalam industri nikel global.

"Transaksi ini merupakan pengembangan penting bagi industri nikel, mengingat kehadiran lama PTVI di Indonesia. PTVI sendiri memiliki salah satu aset nikel terbaik dan terbesar di dunia," kata Erick Thohir.

"Langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID, untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional," tambah Erick Thohir.

Sementara itu, Bung Arman menyampaikan, bahwa Indonesia kita berhasil menambah lagi kepemilikan negara di sektor pertambangan. Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia, sehingga transaksi saham PTVI ini menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan industri baterai untuk mobil listrik.

"Nikel memiliki potensi tinggi pada masa depan, seiring pesatnya trend kendaraan listrik di dunia,” kata Bung Arman menirukan Menteri BUMN Erick Thohir.
Laporan : Yuli L/Rilis Bung Arman
Editor     : Herbi.

Presiden Pastikan TNI/Polri Berada Dititik Keramaian Untuk Disiplinkan Masyarakat

Jakarta - Barometer99.com
Presiden memberikan keterangan pers usai meninjau Kesiapan Penerapan Prosedur Standar New Normal di Sarana Publik, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa mulai hari ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan berada di titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan.

”Pagi hari ini saya datang ke Stasiun MRT dalam rangka untuk memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan,” ujar Presiden usai meninjau Kesiapan Penerapan Prosedur Standar New Normal di Sarana Publik, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (26/5).

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pendisiplinan masyarakat bertujuan agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota mulai hari ini, sehingga kita harapkan kedisiplinan yang kuat dari masyarakat akan semakin terjaga,” imbuh Presiden.

Kepala Negara berharap dengan dimulainya TNI dan Polri ikut secara masif mendisiplinkan, menyadarkan, dan mengingatkan masyarakat.

Ia juga berharap bahwa kurva dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) ini akan semakin menurun.

”Kita melihat bahwa R0 dari beberapa provinsi sudah di bawah 1, dan kita harapkan akan semakin hari semakin turun dengan adanya/digelarnya pasukan dari TNI dan Polri di lapangan secara masif,” pungkas Presiden akhiri pernyataan.

Turut hadir dalam kesempatan ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Aziz, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan.
**(ril)

Postingan Populer