Tampilkan postingan dengan label Polri - Polda Jatim. Tampilkan semua postingan

Kapolda Jatim: Satgas Gakkum Polda Menyita 43 Jenis Obat dan Vitamin yang Dijual Secara Tidak Sah

 


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Satgas Gakkum Polda Jawa Timur, yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II. Yang terisi gabungan, Ditreskrimum, Ditreskrimsus dan Ditresnarkoba. Telah melakukan penyelidikan hampir seminggu.

Satgas gakkum sendiri telah mendapatkan informasi dari masyarakat. Pertama terkait kelangkaan oksigen, kedua terkait dengan masalah adanya dugaan surat-surat tidak benar yang menyatakan orang bebas Covid-19 yang digunakan perjalanan, ketiga kelangkaan obat obatan yang diperlukan masyarakat.

"Hari ini kami mengungkap adanya tindakan penjualan obat obatan yang dilakukan orang yang tidak benar. Tim melakukan penyitaan 43 jenis obat obatan dan vitamin. Dan tersangka satu orang. Dimana obat dan vitamin ini dijual dan diedarkan bukan oleh orang yang berwenang dalam bidang kefarmasian," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., usai Konfrensi pers di Bid Humas Polda Jatim, Sabtu (10/7/2021) siang.

Lanjut kapolda, sehingga kepada tersangka dikenakan ancaman 198 UU Kesehatan. Kemudian kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan hal seperti ini. Obat obatan dan vitamin sekarang dibutuhkan masyarakat yang membutuhkan sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi.

"Saya minta kepada masyarakat, tolong bila bukan apotek atau apoteker atau bukan toko obat yang punya wewenang untuk itu jangan menjual. Kalau ada oknum bukan yang memiliki ijin menjual sediaan farmasi menawarkan itu salah, sekarang masyarakat banyak yang membutuhkan," tambah kapolda.


Dalam kesempatan ini, Kapolda juga menyampaikan bahwa saat ini, jajaran polda jawa timur terus melakukan operasi yustisi. Dan kami terus mengajak masyarakat, bahwa kita berperang menghadapi Covid-19. Musuh kita tidak kelihatan dan selalu mengancam, pada kelengahan kita. Tidak mengenal batas tempat, waktu dan usia.

"Kami mohon kepada masyarakat untuk satu dua minggu ini tetap tinggal di rumah sehingga menurunkan resiko penyebaran dan penularan covid-19," ujarnya.

Kemudian kepada perusahaan yang bukan sektor kritikal dan esensial mengimbau karyawan untuk tinggal di rumah dulu. 

Kami juga meminta kepada alim ulama untuk membantu sosialisasi terkait hari raya idul adha dimana ada budaya Toron atau pulang kampung kita sampaikan kepada masyarakat untuk kali ini jangan melaksanakan budaya ini dulu.

"Sabar dulu, kali ini kita harus sabar untuk tetap tinggal di rumah. Ayo bersatu menghadapi Covid dengan menerapkan 5M," harapnya. (Hen)

Kapolda Jatim: Kami Sinergi Dengan TNI dan Pemprov, Lakukan Operasi Yustisi Turunkan Angka Covid-19

 


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Kami jajaran dari Forkopimda plus Provinsi Jatim, dari Kodam V Brawijaya, Pangkoarmada II dan Polda Jatim bersinergi yang didukung Pemprov melaksanakan operasi penyekatan yang dilaksanakan di 7 (tujuh) titik antar Provinsi dan 85 antar Kabupaten.

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terkait pelaksanaan PPKM Darurat, maka kami perkuat dengan Operasi Yustisi gabungan yang berisi TNI, Polri dan Satpol-PP.

Sasaran operasi yustusi yakni 3 sasaran terdiri dari kegiatan masyarakat, orang dan tempat. Dari tiga hal itu ditemukan beberapa pelanggaran. Sehingga tim gabungan melaksanakan  sidang di tempat yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi dan jajaran. Bersama pengadilan, baik sidang di tempat maupun sidang online.

"Sedangkan pelanggaran yang ditemukan selama operasi yustisi adalah, berkerumun, tidak memakai masker, melanggar aturan terkait dengan pembatasan kegiatan pada jam tertentu," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Nico Afinta, Jumat (9/7/2021) siang.

Dari kegiatan operasi yustisi, petugas gabungan menjaring 23 ribu orang di 18 kab/kota yang dilakukan pada hari kamis kemarin. Sedangkan denda yang diberikan 25-50 ribu. Sedangkan hukuman fisik seperti push up dan hukuman sosial seperti membantu kebersihan fasum.

"Tujuan dari operasi yustisi ini yakni meningkatkan kesadaran masyarakat. Mengajak masyarakat agar mematuhi aturan," tambah kapolda.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., menyebutkan, selama PPKM Darurat, TNI AD, AL, AU, mengerahkan personil sebanyak 2.014 untuk seluruh Jawa Timur.

"1.300 untuk 26 kab/kota yang masuk level 3, sedangkan 954 orang untuk 12 kab/kota yang masuk level 4, mereka memperkuat 4 pilar PPKM Darurat yakni, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkantibmas," jelas Pangdam V Brawijaya.

Pasukan ini berasal dari satuan tempur, satuan bantuan tempur, pangkoarmada II dan dari Lanud Surabaya. Mereka masuk ke kampung yang nantinya memastikan mobilitas di desa berkurang, memastikan keselenggarannya 5M. Dan melaksanakan testing bagi masyarakat di desa.

"Jika terkonfirmasi ada yang positif dilanjutkan dengan tracing diharapkan minimal 15 orang yang kontak erat. Dan treatment, bagi warga desa yang ringan diisolasi mandiri dan diawasi oleh petugas yang bertugas di desa tersebut," kata Pangdam.

Jika ada gejala segera dirujuk ke RS rujukan, jika mekanisme ini berjalan baik maka diharapkan PPKM Darurat dalam 2 minggu bisa menunjukkan hasilnya.

"Tolak ukurnya adalah yang isolasi mandiri berkurang, yang dirawat di RS berkurang dan yang meninggal berkurang. Yang dibutuhkan adalah peran serta masyarakat mematuhi prokes," katanya.

Bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri membutuhkan logistik, kami bekerjasama dengan Polda Jatim dan Pemerintah jatim, untuk mendistribusikan dan menghimpun yang gunanya disalurkan ke masyarakat yang isolasi mandiri. (Hen)

Sebanyak 2.165 Personel Polda Jatim Mendapatkan Kenaikan Pangkat



Barometer99.com, Surabaya-Jatim -  Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., menggelar pelaksanaan upacara Kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian Anggota Polri Periode 1 Juli 2021. Kegiatan ini berlangsung di Rupatama Mapolda Jatim, Kamis (1/7/2021) pagi.

Selain kapolda jatim, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs Slamet HS, S.H., M.H., dan juga Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, diantaranya Irwasda Polda Jatim, Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, S.I.K., dan perwakilan personil yang naik pangkat.

Pelaksanaan upacara kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian Anggota Polri Periode 1 Juli 2021 Polda Jatim dilakukan secara Virtual dengan jajaran Polda Jatim. Sebanyak 2.165 personel di jajaran polda jatim diantaranya;

AKBP ke Kombes Pol ada dua personel, Kompol ke AKBP ada 25 personel, AKP ke Kompol ada 47 personel, Iptu ke AKP 52 personel, Ipda ke Iptu 20 personel, Aiptu ke Ipda 137 personel, Aipda ke Aiptu 256 personel, Bripka ke Aipda 1.166 personel, Brigpol ke Bripka 363 personel, Briptu ke Brigpol 26 personel, Bripda ke Briptu 35 personel dan Bhaatu ke Bharaka 36 personel.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan. (Hen)

Ditresnarkoba Polda Jatim Resmikan Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Sidoarjo

 


Barometer99.com, Sidoarjo-Jatim - Menindak lanjuti perintah Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim, melaksanakan peresmian resmikan Kampung Tangguh Bersih Narkoba, di Kantor Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (16/6/2021). 

Peresmian ini dihadiri oleh Dirresnarkoba Polda Jatim, Kabid Berantas BNNP Jatim, KasiTer Korem Bhaskara jaya, Kanwil Bea Cukai Jatim, Kalapas Sidoarjo, BPB Linmas Jatim, Kapolsek waru, Danramil Waru, BPD Pepelegi, LPMD Pepelegi, Ketua PKK, Kepala Desa Pepelegi, Karang Taruna, dan Para Kabag, Kasubdit, Penyidik Madya dan Staf Ditresnarkoba. 

Dalam peresmian Inovasi Kampung Tangguh Bersih Narkoba ini, juga dilakukan tes urine, terhadap barisan pemuda Kampung Tangguh Bersih Narkoba, Polda jatim. Selain itu, di tempat ini juga terdapat ruang konsultasi dan rehabilitasi narkoba, dan perpustakaan mini. 


Kombes Pol Hanny Hidayat, Dirnarkoba Polda Jatim menjelaskan, tugas pemberantasan narkoba bukan hanya penindakan, tapi juga pencegahan perlu dilaksanakan, tentunya harus melibatkan stake holder terkait. Karena dengan komunikasi serta kordinasi yang baik, tentunya kolaborasi dalam pemberantasan dan Pencegahan narkoba dapat terlaksana dengan baik. 

"Sehingga Jawa Timur bisa zero narkoba, ribuan anak bangsa dapat terselamatkan, pemulihan ekonomi nasional suatu daerah dapat berjalan dengan baik, menuju Indonesia bebas narkoba," jelas Dirnarkoba Polda Jatim saat bertemu di ruang kerja, pada (17/6/2021). 

Lebih lanjut Kombes Pol Hanny Hidayat menambahkan, ditengah pandemi covid-19, kampung tangguh bersih narkoba di tingkat kecamatan/desa, perangkat desa, serta stake holder memiliki peranan penting untuk memberikan penjelasan kepada pemuda dan anak-anak, guna meminalisir dan menurunkan tingkat penyalahgunaan narkoba. 

"Secara serentak Kampung Tangguh Bersih Narkoba di wilayah Jawa Timur telah terbentuk, dan ini akan kita lakukan secara berkesinambungan, dengan melibatkan stake holder terkait," pungkas Kombes Pol Hanny Hidayat. (Hen)

Selesai Kegiatan Semua Petugas Wajib Jalani Swab



Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Beragam sudut pandang masyarakat, mengenai penyekatan dan pemeriksaan swab antigen yang dilakukan oleh satgas Covid-19, di pos penyekatan Suramadu, baik dari sisi Bangkalan maupun Surabaya. Penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 atau virus varian baru menyebar di masyarakat. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan, pemerintah sedang berjuang untuk keselamatan masyarakat dari bahaya covid-19, yang dapat dengan mudah menyebar luas. 

"Semua yang kita lakukan ini hanya untuk keselamatan masyarakat, bukan untuk hal lain. Forkopimda Jatim dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan maupun Forkopimda Kota Surabaya, ini semua berjuang agar masyarakat semua terbebas dari covid-19," tandasnya Kombes Pol Gatot Repli Handoko. 

Lanjut Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, terkait video yang beredar di media sosial itu. Kami menjelaskan bahwa semua petugas telah dilakukan swab antigen, baik yang di Bangkalan Maupun Surabaya. 

"Petugas yang di pos penyekatan itu semua telah dilakukan Swab antigen, setelah mereka selesai bertugas, sebelum pulang bertemu dengan keluarganya masing-masing wajib dilakukan Swab antigen," terangnya. 

"Mari kita bersama-sama berjuang melawan covid-19 dengan melakukan 3T (Testing , Tracing, Treatment), memastikan diri kita terbebas dari covid-19, dengan melakukan swab antigen secara berkala, dan menerapkan Protokol kesehatan dengan 5M Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas," pungkasnya Kombes Gatot. (Hen)

Forkopimda Menganalisa dan Evaluasi Penerapan PPKM Mikro di Wilayah Jatim



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Selasa (15/6/2021) malam, melakukan koordinasi terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Sekda Provinsi Jatim, Danrem 084/Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Kapolres Tanjung Perak dan Forkopimda Kabupaten/kota, yang dilakukan secara virtual.

Tujuan dilaksanakan koordinasi terkait dengan PPKM Mikro ini, untuk menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan PPKM Mikro di Provinsi Jatim dan menentukan tindak lanjut khususnya Kabupaten Bangkalan. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jati menyampaikan, adanya penurunan BOR Cobid-19 setelah diperlakukannya PPKM Mikro. Namun, perlu juga diwaspadai terhadap kenaikan BOR Covid-19 setiap adanya libur Panjang.

"Kapasitas tempat tidur ICU tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur ICU terpakai mengalami peningkatan. Kapasitas tempat tidur Isolasi tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur Isolasi terpakai mengalami penurunan," kata Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana, Selasa (15/6/2021) malam.

Ditambahkan, bahwa BOR ICU Covid-19 sebesar 48% dan BOR Isolasi Covid-19 sebesar 45%. BOR ICU Covid-19 lebih banyak dibandingkan dengan BOR Isolasi Covid 19, hal tersebut menunjukan pasien dengan kondisi berat/kritis lebih banyak dirawat di RS Rujukan Covid 19.

"Data PPKM Mikro tren harian zonasi hijau dan kuning terjadi penurunan sedangkan untuk zonasi kuning dan merah mengalami peningkatan yang sangat signifikan," tambahnya.

Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim menyebutkan, upaya strategis Pemkab Bangkalan dalam rangka penanganan Covid-19. Menyediakan tempat Konversi BPWS Madura sebagai ruang isolasi terpusat di Bangkalan dengan kapasitas 72 orang dan terisi 55 orang. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Kepala daerah agar melaksanakan monitoring update data peningkatan kasus aktif Covid-19 serta ketersediaan BOR di Rumah Sakit masing-masing daerah.

"Sehingga dapat cepat mengambil tindakan upaya antisipasi guna mencegah dan meminimalisir penularan virus Covid-19," jelasnya.

Lanjut Khofifah, tingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan PPKM Mikro. Hal ini dilakukan guna mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19.

"Konsultasikan kepada Satgas Covid-19 Provinsi Jatim kegiatan PPKM Mikro agar kegiatan yang dilaksanakan dapat optimal," lanjut dia.

Selain itu Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menjelaskan, dedepan penyekatan agar di laksanakan di dua arus perbatasan baik masyarakat Madura yang akan berpergian ke Surabaya, maupun masyarakat Surabaya yang akan berpergian ke Pulau Madura.

"Penyekatan dua arah ini bertujuan agar tidak adanya diskriminasi bagi masyarakat madura bahwa pemerintah provinsi hanya melindungi kota Surabaya sedangkan masyarakat surabaya bebas keluar masuk pulau madura tanpa harus dilaksanakan swab," ucap dia.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya menyatakan, agar seluruh kepala daerah yang mendapat amanah memimpin daerahnya untuk senantiasa memiliki tanggung jawab dalam rangka mengikuti kegiatan rapat kordinasi yang di laksanakan Pemerintah Provinsi Jatim. Hal ini sebagai wujud mempertajam pelaksanaan PPKM Mikro.

"Tingkatkan Solidaritas Forkopimda Kabupaten/ Kota dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya. Media sosial  berperan penting dalam memberikan gambaran kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan," jelas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Mayjen Suharyanto.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, pelaksanaan kegiatan seperti pembagian masker, penyemprotan Disinfektan, pemasangan spanduk himbauan protokol kesehatan, operasi yustisi serta pemberian sembako adalah upaya yang harus terus di laksanakan dengan berkolaborasi antara TNI, Polri maupun Pemerintah daerah.

"Mempersiapkan tiga titik penyekatan di wilayah zona merah di Kabupaten Bangkalan. Baik secara stationer maupun mobile di perbatasan wilayah guna mengurangi mobilitas masyarakat," jelas kapolda jatim.

"Operasi yustisi harus terus di tingkatkan sampai masyarakat memiliki kesadaran diri bahwa pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19," pungkasnya. (Hen)

Dukungan Masyarakat untuk Petugas yang Berjuang Melawan Covid-19



Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Ucapan selamat dan dukungan untuk TNI-Polri dan petugas yang melakukan pemeriksaan kesehatan, di pos penyekatan Suramadu. Ucapan tersebut berupa karangan bunga yang di pasang tepat didepan pos Polisi Suramadu, atau pos penyekatan sisi Surabaya. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengucapkan terimakasih atas dukungannya dari masyarakat yang disampaikan melalui karangan bunga, yang di pasang di pos penyekatan. 

"Kami sangat berterimakasih kepada para tokoh Agama, tokoh Masyarakat, dan tokoh Pemuda, yang telah mendukung kami dalam rangka meminimalisir penyebaran covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Bangkalan," ucapnya pada Selasa (15/6/2021). 
Lebih lanjut Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, dukungan yang disampaikan oleh masyarakat melalui karangan bunga ini dapat menjadi spirit dan suport tersendiri bagi petugas yang sedang berjuang melawan covid-19.

"Ini dapat mejadi spirit dan suport tersendiri bagi petugas yang berjuang melawan covid-19 di perbatasan Suramadu," jelasnya Kabid Humas Polda Jatim saat melakukan kunjung kerja di Bangkalan.

"Apa yang kita lakukan ini semua hanya untuk keselamatan masyarakat. Kolaborasi antara Forkopimda Jatim dengan Forkopimda Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan juga sangat baik, sehingga apa yang kita lakukan dapat membuahkan hasil. Jawa Timur bebas dari covid-19," pungkasnya mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya. (Hen)

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Lobster Jenis Pasir dan Mutiara



Barometer99.com, Surabaya-Jatim -  Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menggagalkan penyelundupan puluhan ribu benih lobster jenis pasir dan mutiara.

Pengungkapan ini terjadi di Jalan Raya Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (12/6/2021) lalu.

Kedua pelaku yang berhasil diringkus yakni, WNT (33) dan RA (24) yang keduanya warga Trenggalek, Jawa Timur.

Kabid humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, para tersangka ditangkap di Tulungagung. Saat keduanya hendak membawa puluhan benih lobster tersebut ke Jakarta.

"Yang bersangkutan diamankan di Tulungagung. Rencananya, barang buktinya akan dibawa ke Jakarta," kata Kombes Gatot Repli Handoko, Selasa (15/6/2021) siang.

Lanjut Gatot, benih lobster yang diamankan dari tangan para penyelundup sekitar 30.500 ekor. Masing-masing 30 ribu ekor jenis mutiara dan 500 ekor jenis pasir. Sedangkan jika diuangkan kata Gatot, total kerugian mencapai satu miliar rupiah.

Selain mengamankan benih lobster. Beberapa barang milik tersangka seperti handphone, kartu ATM BCA, buku rekening serta uang tunai Rp 10 juta juga disita saat penangkapan.

"Ada juga kendaraan (roda empat), satu unit. Yaitu kendaraan yang digunakan untuk mengangkut mengirimkan secara ilegal bibit atau benur yang ada (juga diamankan)," lanjutnya.

Kedua tersangka diancam dengan pasal tentang penanganan tindak pidana perikanan, yaitu Pasal 26 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020. Ancamannya 5 tahun penjara. Dengan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kronologinya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu tanggal 12 Juni 2021, petugas Unit IV/Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mendapatkan informasi terkait usaha perikanan di bidang pemasaranan jenis benih bening lobster.

Informasi itu ditindaklanjuti oleh anggota untuk segera melakukan penyelidikan serta observasi lapangan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Sekira pukul 05.00 WIB, anggota mendapatkan mobil merk Yaris Nopol AE 1291 PC warna merah yang dicurigai membawa benih lobster melintas di Jalan Raya Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

"Petugas melakukan pengejaran dan setelah berhasil menghentikan laju mobil tersebut. Kemudian petugas melakukan penggeledahan kendaraan dan ditemukan 3  buah strerofoam berisi benih lobster yang dibungkus dengan plastik berisi oksigen dengan jumlah total keseluruhan kurang lebih 30.000 ekor benih lobster jenis pasir dan 500 ekor jenis mutiara," ungkap AKBP Zulham, Wadirkrimsus polda jatim, usai merilis di Bidhumas polda jatim. (Hen)

Forkopimda Cek Kesiapan Tempat Isolasi di Universitas Trunojoyo Madura



Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Forkopimda Jatim dan Forkopimda kabupaten Bangkalan terus lakukan penanganan kasus Covid-19 di Bangkalan. Senin, (14/6/2021) Forkopimda melakukan peninjauan di ruang isolasi sementara penanganan pasien Covid-19, di Universitas Trunojoyo Madura kabupaten Bangkalan.

Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan Pejabat Utama Polda Jatim, didampingi Kapolres Bangkalan, Wakil Bupati Bangkalan serta Pejabat Pemprov Jatim. Langsung mengunjungi tempat isolasi pasien Covid-19 di Universitas Trunojoyo Madura. 

Waka Polda bersama Sekdaprov Jatim bersama Forkopimda kabupaten Bangkalan melakukan pengecekan kesiapan Flat Asrama, Universitas Trunojoyo Madura, yang nantinya akan digunakan sebagai ruang isolasi sementara bagi masyarakat di kabupaten Bangkalan, yang terpapar Covid-19. 

Selain itu, mereka juga meninjau kesiapaan infrastruktur bangunan, sarana dan prasarana pendukung tempat isolasi mandiri serta pengecekan ketersediaan kamar yang ada di asrama Universitas Trunojoyo.

Waka Polda Jatim menjelaskan, tempat Isolasi di asrama Universitas Trunojoyo dapat menampung sebanyak 336 orang, yang di khususkan bagi masyarakat Bangkalan, yang terpapar Covid-19. 

"Untuk ruang isolasi dapat menampung sebanyak 336 orang, dengan rincian Flat Asrama berjumlah 2 Flat, yang mana masing-masing Flat memiliki 42 kamar dengan kapasitas maksimal 4 orang perkamar," tandasnya Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo usai melakukan kunjungan. (Hen)

160 Orang Terjaring Swab Antige di Pelabuhan Kamal, 4 Reaktif


 
Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Jajaran Polda Jatim bekerjasama dengan Forkopimda kabupaten Bangkalan gelar swab antige kepada penumpang kapal yang hendak menyeberang melalui pelabuhan Kamal, Bangkalan, pada Kamis (10/6/2021). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di zona merah. 

Bertempat di dermaga Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Satpolair Polres Bangkalan melakukan kegiatan operasi yustisi, sekaligus melakukan swab antigen kepada penumpang dari Madura yang akan menyeberang ke Surabaya melalui jalur laut, dan menempelkan stiker di kendaraan, sebagai tanda sudah melakukan swab antigen.

Menurut Kasat Pol Air AKP Arief Djunaedi, kegiatan ini akan terus dilakukan oleh Forkopimda Kabupaten Bangkalan selama kabupaten Bangkalan masih dalam status zona merah.

"Kali ini sebanyak 160 orang penumpang baik Pejalan kaki, Pengendara motor maupun mobil yang menuju Surabaya melalui jalur laut telah dilakukan swab antigen," papar Arief Djunaedi disela waktu gelar operasi yustisi di pelabuhan Kamal. 

"Dari 160 orang yang sudah melakukan swab antigen, ada 4 orang dinyatakan reaktif, dan langsung dikirim ke Ruko desa Sendeng Dajeh, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya Kasat Pol Air Polres Bangkalan. (Hen)

Brimob Polda Jatim, Bagikan Masker dan Sembako, Serta Melakukan Penyemprotan Disinfektan di Kecamatan Arosbaya

 


Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Mengalami lonjakan penyebaran Covid-19, setidaknya ada 4 (empat) Kecamatan di Bangkalan melakukan Mikro Lockdown. Empat kecamatan diantaranya, Bangkalan, Klampis, Arosbaya dan Geger.

Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Amostian menyebutkan, bahwa hari ini Rabu, (9/7/2021) sore, melaksanakan kegiatan pembagian masker, pembagian sembako, serta melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga serta tempat ibadah (Masjid).


"Kami juga melakukan patroli rutin di rumah warga yang ada di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura," jelas Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Amostian, Rabu (9/7/2021) sore.

"Selain itu personil yang diterjunkan sebanyak 100 personil dan hari ini ditambah kembali sebanyak 30 personil di Kecamatan Arosbaya dan 30 personil di wilayah Klampis," tambahnya.

Diharapkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes), sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan yang ada di Bangkalan, Madura. (Hen)

Kapolda Jatim Bersama Pangdam V Brawijaya Cek Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di Bangkalan

Barometer99.com, Bangkalan-Jatim - Kapolda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya, Rabu siang turun di kabupaten Bangkalan, guna memastikan kondisi di Bangkalan sebelum dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri. Sekaligus melihat kesiapan rencana vaksinasi secara setentak yang akan dilakukan pada Jum'at 11 Juni 2021 mendatang. 

Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., mengatakan, nantinya Panglima TNI dan Kapolri akan memberikan pengarahan kepada seluruh Forkopimda kabupaten Bangkalan, termasuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, khususnya di kabupaten Bangkalan yang beberapa hari ini mengalami kenaikan. 

Di awal-awal minggu yang lalu memang terjadi lonjakan kasus aktif positif, yang menimpa Kabupaten Bangkalan khususnya ada beberapa Desa, yaitu Desa Arosbaya, Klampis itu mengalami lonjakan. 

"Ada beberapa ratus yang positif, Tapi ini angkanya bergerak terus. Kemudian dilakukan penyekatan baik yang dari sisi Madura maupun sisi Surabaya," papar Pangdam V Brawijaya di pendopo Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/6/2021). 

"Sudah tiga hari atau empat hari ini dilaksanakan penyekatan. Terlihat ada penurunan yang cukup signifikan. Kalau empat hari yang lalu seandainya ada seratus warga masyarakat yang diperiksa, itu pasti saja ada yang positif waktu diperiksa antigen, tapi kemarin atau hari ini presentasinya sudah menurun. Angka pastinya karena selalu bergerak terus nanti akan disampaikan secara resmi oleh Bupati Bangkalan," jelasnya. 

Selain itu, Mayjend TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., juga mengatakan, kasus yang meninggal di kabupaten Bangkalan ini juga mengalami penurunan. 

"Jadi tidak benar kalau sampai terjadi puluhan, bahkan ratusan yang meninggal dan dimakamkan tanpa mengikuti protokol Covid-19 tidak seperti itu. Nanti datanya juga akan disampaikan oleh Bupati Bangkalan secara resmi, tapi saya pastilan bahwa angkanya sudah mulai menurun," kata Pangdam V Brawijaya. 

Ini merupakan langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bangkalan, dibantu oleh Forkopimda Bangkalan, Kapolres, Dandim, serta dibantu dari Pemprov Jatim, Gubernur, Kodam V Brawijaya, dan Polda Jawa Timur  sudah membawa hasil, dilaksanakan penerapan protokol kesehatan. 

"Mudah-mudahan langkah-langkah ini terus akan dilaksanakan, sehingga kunjungan Panglima TNI dan Kapolri besok memastikan bahwa langkah penanganan covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bangkalan sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan," ujarnya. 

Pangdam berharap masyarakat semua dapat mendukung dan membantu doa semoga permasalahan covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bangkalan, yang akhir - akhir ini melonjak bisa segera diatasi.

Varian baru memang sudah masuk di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di antaranya di Jawa Timur. 

"Ada beberapa kasus varian dari Inggris, varian dari Afrika Selatan, yang ditemukan dari para PMI pekerja migran Indonesia yang kembali dari ke Jawa Timur, tapi itu pun bisa dideteksi dan telah dilaksanakan treatment atau perawatan pengobatan rumah sakit atau di rumah sakit, dr. Soetomo Surabaya. Artinya belum ada yang bisa memastikan bahwa melonjaknya kasus di Bangkalan ini akibat varian baru. Tidak seperti itu," pungkasnya Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto. 

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., menambahkan, bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Kodam V Brawijaya bersama Polda dan Pemprov Jatim, beserta seluruh jajarannya di Kabupaten Bangkalan, adalah penerapan 3T testing, tracing dan treatment. 

Kemudian terkait dengan masalah testing dan tracing yang dilaksanakan di Suramadu, itu menjadi bagian strategi 3T. Selama beberapa hari ini testing dan tracing yang dilaksanakan di penyekatan itu membawa dampak, terkait dengan kepatuhan masyarakat terhadap 5M, sehingga lonjakan yang dulu di awal-awal sekarang sudah menurun. 

"Baik orang yang menyeberang, ataupun orang yang melakukan kegiatan di sekitaran Bangkalan ini, khususnya Arosbaya dan Klampis. Ini kami mohon pada masyarakat, ayo patuhi 5M, dan kita juga ikuti kegiatan 3T yang sudah dilaksanakan," jelas Kapolda Jatim. 

"Ayo sama-sama kita laksanakan ini, mudah-mudahan ke depan bisa membaik," pungkasnya Kapolda Jatim saat melakukan peninjauan di kabupaten Bangkalan bersama Pangdam V Brawijaya. (Hen)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Jatim, Forkopimda Gelar Rakor bersama BNPB di Polda Jatim



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, pada Senin (7/7/2021) malam, melakukan rapat koordinasi terkait dengan penanganan Covid-19, yang dilaksanakan di Gedung Rupatama Mapolda Jatim.

Selain forkopimda jatim, hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Asops Panglima TNI, Kabinda Jatim, Wakapolda Jatim, Karodalops Sops Polri, Danrem 084 / Bhaskara Jaya, Walikota Surabaya, Sekda Provinsi Jatim, PJU Kodam V /Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kepala OPD Prov Jatim dan Forkopimda Kabupaten/Kota Jajaran Jawa Timur secara virtual.

Dalam kegiatan tersebut, Kadinkes Provinsi Jatim memberikan pemaparan terkait kondisi saat ini diantaranya;

Trend rata-rata keterpakaian kapasitas BOR ICU rumah sakit dibeberapa daerah Kabupaten/Kota mencapai 25%. Tingkat prosentase pelaksanaan vaksinasi di Jawa Timur mencapai 64,13 % pada dosis I dan 30.32 % pada dosis ke II per 6 Juni 2021. 

Sedangkan, Kepala Satgas Covid-19 Jatim juga menyampaikan pemaparan kepada Forkopimda Jatim saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 di wilayah jatim.

Tingkat kematian di Jawa Timur akibat Covid- 19 mencapai 2,78%, sementara itu tingkat penggunaan BOR di Kabupaten Bangkalan mencapai 82%. Varian Covid-19 B.1617 asal India sudah mulai mendominasi persebaran di wilayah Jawa Timur maka dari itu perlu memperketat pelaksanaan penerapan prokes dan pembatasan kegiatan masyarakat. 

Sedangkan, paparan Bupati Bangkalan menerangkan terkait epicentrum zona merah yakni, Kecamatan Arosbaya yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 diduga akibat tradisi lebaran ketupat serta PMI yang mengabaikan prokes.

"Telah dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat serta swab masal di Kecamatan Arosbaya yang diduga menjadi Epicentrum Persebaran Covid-19," jelas R. Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan, Senin (7/7)2021).

Sedangkan, paparan Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro menerangkan, tingkat ketersedian BOR di rumah sakit di Kabupaten Madiun mencapai 35% serta penerapan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat Madiun yang terpapar Covid - 19 untuk menekan tingkat persebaran Covid-19 di Masyarakat. 

Selain itu, Bupati Tulungagung menerangkan, terkait Tingkat ketersediaan BOR di Kabupaten Tulungagung yang mencapai 63%. Serta tingkat penambahan kasus aktif dalam dua bulan terakhir terjadi kenaikan namun tidak signifikan. 

Walikota Madiun pun juga menyampaikan, bahwa tingkat ketersediaan BOR di Kota Madiun yang mencapi 69% serta upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Madiun. 

Bupati Trenggalek menerangkan, terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Mencapai 86 pasien serta tingkat keterpakaian BOR di Kabupaten Trenggalek mencapai 30%. 

Paparan Bupati Banyuwangi menerangkan terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi mencapi 101 pasien serta tingkat keterpakaian BOR di Kabupaten Banyuwangi mencapai 51%. Sedangkan Bupati Bojonegoro menerangkan terkait tingkat keterpakaian BOR di Kabupten Bojonegoro yang mencapi 58%. 

Dari pemaparan Bupati/ Walikota di Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyebutkan, Upaya yang dilaksanakan dalam menekan angka persebaran Covid-19 yakni, melakukan rapat koordinasi, mengecek ketersediaan BOR, penambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan serta penerapan protokol kesehatan.

"Pelaksanaan penyekatan di perbatasan Surabaya dan Bangkalan pada 6 Juni terkonfirmasi 30 orang positif, pada 7 Juni terkonfirmasi 41 orang positif. Hal ini perlu menjadi perhatian kusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19," jelas Pangdam V Brawijaya.

Sedangkan, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Nico Afinta menyebutkan, Penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 40 orang dengan kasus aktif 115 orang.

"Fokus penaganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dengan menerapkan 3T dilakukan di 4 (empat) Kecamatan yakni Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis dan Kecamatan Geger," ungkap Kapolda Jatim.

Ditambahkan Kapolda, Melibatkan Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak dan Polres Bangkalan dalam melakukan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita perlu bekerja sama dengan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi disegala sektor lini untuk menangani Covid-19," tambah Kapolda.

Tidak hanya Bupati dan Walikota di Jatim yang memberikan pemaparan terkait dengan kondisi wilayah masing-masing. Ahli Epidomologi BNPB juga memberikan pemaparannya. Kasus kenaikan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tidak diikuti dengan ketersedian BOR yang cukup, sehingga menjadi atensi dari BNPB untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian.

"Pembelajaran dari lonjakan kasus di Kabupaten Kudus, apabila diantisipasi pada dua minggu sebelumnya maka tidak terjadi lonjakan mencapai 2000 kasus aktif," ucap Kepala BNPB.

Sementara itu Kepala BNPB juga memberikan Pengarahan diantaranya, pastikan ketersediaan BOR serta tenaga kesehatan di rumah sakit dan tempat isolasi mandiri, memaksimalkan fungsi Posko PPKM mikro untuk mengendalikan kasus aktiv Covid-19.

"Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing,  dan pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19," lanjut dia.

Terakhir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tak lupa juga memberikan pengarahan. Menyebutkan, Forkopimda Jatim terus melaksanakan pencagahan penularan Covid-19 terutama varian baru di Jatim dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi PMI yang kembali ke Jatim dengan dilakukan karantina dan pemeriksaan swab test di Asrama Haji mauoun pos PPKM Mikro masing masing wilayah.

"Berkaitan dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Bangkalan, maka kami Forkopimda bersama sama melaksanakan antisipasi dengan penyekatan di Suramadu dan titik lainnya untuk mencegah penyebaran di daerah lain serta pelaksanaan swab antigen masal maupun 3T," jelas Gubernur Jatim. (Hen)

4 Orang Beli Bitcoin, Bobol Data Kartu Kredit



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Polda Jatim mengamankan 4 orang pemuda yakni HTS, AD, RH dan RS. Keempatnya diamankan karena telah melakukan pembobolan kartu kredit untuk yang digunakan untuk beli bitcoin atau uang elektronik. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, S.I.K., mengatakan bahwa 4 orang tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. HTS, berperan sebagai koordinator dan penampung data, tersangka AD sebagai eksekutor yang mengolah data yang dikirim ke HTS. 

"Kemudian RH yang bertugas mencari data kartu kredit milik orang lain. Kemudian tersangka RS yang tugasnya sebagai penyedia Akun Paxful atau data milik orang lain," ujar Kombes Pol Gatot. 

Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham menjelaskan bahwa HTS yang bertindak sebagai koordinator bertindak menampung akun credit card kemdudian diolah yang nantinya dibelikan crypto atau bitcoin. 
"Kartu kredit ini mereka olah dulu di paxful, setelah itu ada peran lain dari pelaku menggunakan akun paxful orang lain, akun paxful itu dikirimkan ke HTS, data email yang ada di kartu kredit oleh HTS ditetima diolah, setelah memiliki nilai ekonomis kemudian dibelikan bitcoin sebagian dan sebagian untuk kepentingan pribadi," ungkap Farman. 

Kata Farman, pelaku sudah melakuka  asksinya selama 1 tahun. Keuntangan yang diterima HTS 300 jutaan. 

Farman mengatakan, kasus tersebut akan berkembang. Pihaknya telah mengantongi beberapa nama yang saat ini sedang berada di luar kota. 

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan amankan 3 orang pelaku inisialnya sudah ada dan mudah-mudahan berkembang," tandasnya. 

Korban dari kasus pembobolan tersebut sebagian besar adalah warga negara asing. Hasil keuntungan ini digubakan untuk kepentingan pribadi. 

"Setelah diolah hasil keuntungan bitcoin tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi," tutur Farman. 

Tersangka pembobol kartu kredit untuk bitcoin ini dijatuhi Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat undang-undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dan Pasal 480 KUHP dan atau pasal 55, 56 KUHP. (Hen)

Silaturahmi Kebangsaan, PKS Siap Kerjasama Dengan Polda Jatim Perangi Radikalisme dan Penanganan Covid-19


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo, didampingi pejabat utama Polda Jatim, Kamis (3/6/2021) pagi, menerima audiensi DPW PKS Jatim di Gedung Tribrata lantai II, Mapolda Jatim.

Wakapolda menyebutkan, ditengah wabah Pandemi Covid-19 kita semua masih diberi kesehatan. Karena saat ini kesehatan menjadi harta yang mahal yang patut kita jaga bersama.

Sampai hari ini semua masih fokus dalam penanganan Covid-19, khususnya di Jawa Timur. Kita semua harus bisa patuhi aturan yang disampaikan oleh Pemerintah. Meski demikian, selain itu perekonomian di Indonesia, khususnya di jatim harus tetap berjalan.

"Penanganan Covid-19 di jatim sudah sangat baik, sehingga masyarakat tetap patuhi prokes. Sehingga masyarakat juga bisa mengingatkan sesama warga, sehingga semua kegiatan tetap bisa berjalan," tambah Wakapolda Jatim.

Sementara itu, Iwan Setiawan Ketua DPW PKS Jatim menyebutkan, tujuan kami kesini melakukan silaturahim kebangsaan kepada polda jawa timur. Dimana polda jawa timur selaku Forkopimda dan pengayom partai politik untuk menjaga situasi kondusif stabilitas keamanan di jatim.

"Kami siap untuk bersinergi dengan polda jatim dalam upaya pemberantasan paham radikalisme, ujaran kebencian dan hoax serta peredaran narkoba di jatim," pungkasnya.

Selain itu kami juga membentuk gugus tugas penanganan Covid-19 dan kebencanaan. Dan kami juga telah memonitoring warga yang terdampak Covid-19. "Dari data kami cukup banyak warga yang terdampak Covid-19," tutup dia. (Hen)

Optimalisasi PPKM Mikro dan Pos Penyekatan di Perbatasan



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., telah menindak lanjuti arahan dari bapak Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dengan memerintahkan seluruh jajaran Polda Jatim, bekerja sama dengan stake holder dalam penanganan covid-19 di Jatim. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, S.I.K., saat ditemui di ruang kerja mengatakan, Polda Jatim juga menurunkan batalyon vaksinator untuk menekan angka penyebaran covid-19 ke zona merah. 

"mengoptimalkan peran PPKM mikro untuk mencegah penyebaran Covid 19 dengan meningkatkan pelaksanaan 3T, serta melaksanakan mikro lockdown terhadap wilayah zona merah, kesiapan rumah sakit yang menyediakan PCR, serta kapasitas tempat tidur, dan peningkatan vaksinasi melalui door to door," jelasnya pada Rabu (2/6/2021).

Selain itu, Kabid Humas Polda Jatim juga menyampaikan untuk optimalisasi  pos penyekatan di perbatasan, baik jalur toll maupun jalur arteri. 
Di pos penyekatan tersebut telah disiapkan penyediaan antigen, guna mengantisipasi penyebaran virus masuk di Jatim.

Pasalnya dari data akumulasi seluruh Indonesia, hasil penyekatan terhadap pemudik dan PPKM mikro selama tanggal 15 sampai dengan 30 Mei lalu telah dilakukan pemeriksaan swab secara random, dan diperoleh hasil 5.393 pemudik positif Covid 19.

"Memaksimalkan pos penyekatan di tiga titik, diantaranya jalur Toll Ngawi - Solo, Bojonegoro - Cepu, dan Tuban - Rembang, guna mengantisipasi penyebaran covid-19 masuk di Jatim," tambahnya. 

"Kita juga memaksimalkan tim pemburu Covid Hunter, yang siap menjemput dan memberi pelayanan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19," pungkasnya Kombes Pol Gatot Repli Handoko. (Hen)

Komitmen Tidak Menyalahgunakan Narkoba, Personel Bidpropam Polda Jatim Tandatangani Pakta Integritas



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Upaya dalam pemberantasan dan memutus mata rantai peredaran narkoba, Kabidpropam Polda Jatim, Kombes Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H., M.H. bersama seluruh Personel Bidpropam Polda Jatim melaksanakan ikrar dan melakukan penandatanganan Ikrar Deklarasi Anti Narkoba di halaman Mapolda Jatim, Kamis pagi, (27/5/21).

Kegiatan Diawali dengan pelaksanaan Apel Pagi dilanjutkan pembacaan ikrar Deklarasi Anti Narkoba dipimpin Kabidpropam Polda Jatim, Kombes Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H., M.H. dikuti oleh seluruh anggota Polri dan PNS Bidpropam Polda Jatim.

Adapun Ikrar Yang Dibacakan Kabidpropam Polda Jatim yakni :

Saya Personel Bidpropam Polda Jatim berkomitmen :

1. Tidak akan menggunakan Narkoba dalam bentuk apapun.

2. Tidak Menanam, Memelihara, Memiliki, Menyimpan, Menguasai, Menyediakan dan/atau Mengedarkan Narkoba.

3. Bila terbukti melanggar komitmen, saya bersedia untuk diproses sesuai ketentuan Hukum yang berlaku, siap di Mutasi, di Pidana dan siap diberhentikan secara tidak dengan hormat dari Dinas Pegawai Negeri pada Polri.
Setelah pembacaan Ikrar yang diikuti oleh seluruh personel Bidpropam Polda Jatim dilanjutkan penandatanganan Ikrar Deklarasi Anti Narkoba Untuk Tidak Menyalahgunakan Narkoba oleh perwakilan Anggota Polri dan PNS Bidpropam Polda Jatim.

Kegiatan ini dilakukan, sesuai dengan instruksi pimpinan Polri dan Kapolda Jawa Timur, bahwa Polri khususnya Bidpropam Polda Jatim harus Turut Serta memberantas peredaran narkoba serta tidak akan terlibat dalam penggunaan maupun peredaran narkoba.

Pada kesempatan ini Kabidpropam Polda Jatim menyampaikan arahan dan beberapa komitmen anti narkoba, salah satu diantaranya jauhi dan hindari penggunaan narkoba dalam bentuk dan jenis apapun.

“Hindari dan jauhi penggunaan narkoba dalam bentuk dan jenis apapun, selalu berpegang teguh pada Komitmen kita, Kita harus menjadi contoh kepada orang lain, bukan malah sebaliknya” Ucap Kombes Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H., M.H.

Selian masalah narkoba, Kabidpropam Polda Jatim menyampaikan beberapa penekanan diantaranya terkait Penegakan aturan baik Disiplin maupun KKEP terhadap personel yang melakukan pelanggaran penyalahgunaan maupun peredaran gelap Narkoba di wilayah Polda Jatim.

Penyalah gunaan narkoba oleh anggota Polri. Ini sudah diwanti oleh Kapolri dan Kapolda Jawa Timur. “tak ada toleransi untuk pengguna narkoba”. Tegas Kabidpropam 

Tujuan dari dilaksanakan penandatanganan Ikrar Deklarasi Anti Narkoba adalah untuk memperkuat komitmen bersama dalam penyalahgunaan narkotika maupun peredarannya serta menumbuhkan keterbukaan dan kejujuran serta memperlancar tugas yang berkualitas, efektif dan akuntabel juga termasuk untuk mewujudkan aparatur yang bertanggung jawab dan bermanfaat.

“Komitmen ini berlaku untuk lingkungan internal Bidpropam Polda Jatim yang wajib bersih dan terbebas dari pengaruh Narkoba”. Lanjut Kabidpropam

Ia juga menyebut, komitmen yang diucapkan dan ditandatangani hari ini sebagai peringatan keras bagi seluruh Personel Bidpropam Polda Jatim.

“Jikalau ada anggota yang terlibat dan terbukti menyalahgunakan narkoba, tentu akan ditindak secara tegas sesuai prosedur dan Kode Etik Kepolisian,” pungkas Kombes Pol. Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H., M.H. (Hen)

Kembangkan Inovasi INCAR, Permudah Kinerja POLRI


Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, terus melakukan pengembangan inovasi terhadap mobil canggihnya yang di beri nama INCAR (Integrated Node Capture Attitude Record). Inovasi ini terus dikembangkan guna membatu kinerja petugas kepolisian dalam menertibkan pelanggar lalu lintas di jalan. 

INCAR merupakan peralatan khusus yang dibuat untuk membantu tugas anggota Ditlantas Polda Jatim, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendeteksi beberapa parameter object detection, serta penggunaan Artificial Inteligen (AI) untuk Pemprosesannya. 

Ada 5 Fitur yang terpasang pada mobil canggih ini diantaranya Fitur Global Positioning System, ETLE, Speed Gun, Face Recognition, dan Automatic Number Plate Recognition. 

5 fitur tersebut mempunyai fungsi yang berbeda diantaranya untuk Identifikasi Face. Dapat mendeteksi wajah pengguna jalan, dan mencocokan dengan data SIM, serta mencocokkan dengan data E-KTP. 

Identifikasi Kendaraan Bermotor (Ranmor). Dapat mengidentifikasi batas kecepatan yang telah ditentukan, mengidentifikasi nomor kendaraan, dan mengidentifikasi jenis kendaraan. 
Selain itu fitur tersebut juga dapat melakukan Identifikasi pelanggaran lalu lintas. Dengan mengidentifikasi pelanggar rambu jalan, mengidentifikasi penggunaan sabuk pengaman, dan mengidentifikasi penggunaan helm. 

Sementara keunggulan dari INCAR sendiri dapat digunakan untuk mobile operasional sesuai kebutuhan, pelanggar akan mendapatkan efek deteren, karena akan terintegrasi dengan akumulasi poin pelanggaran yang dapat menjadi syarat untuk pencabutan SIM. Selain itu, biayanya sangat murah, karena hasil karya Ditlantas Polda Jatim. Dapat digunakan sesuai kebutuhan, karena alat milik sendiri dan hanya dapat digunakan oleh POLRI. 

Terkait dengan alur dan sistem dalam penerapannya Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman menjelaskan. Petugas membawa alat INCAR pada saat melaksanakan tugas di lapangan, kemudian data yang di capture oleh petugas akan langsung dikirimkan ke RTMC untuk dilakukan verifikasi. 

"Hasil dari verifikasi akan dilakukan pembuatan surat Konfirmasi dan dikirimkan ke alamat pelanggar sesuai Face Recognition menggunakan KTP Elektronik. Poin pelanggaran yang di dapat sesuai dengan klasifikasi pasal pelanggaran yang akan di catat dan di akumulasi oleh aplikasi TARC (Traffic Attitude Record Center)," Jelasnya pada Rabu (26/5/2021). 

Apabila poin pelanggaran sudah mencapai bobot poin 12 maka akan dilakukan pencabutan SIM sementara, jika bobot poin sudah mencapai batas maksimal yaitu 18 maka diusulkan ke pengadilan untuk pencabutan SIM nya. 

"Hal ini sesuai dengan pasal 74 ayat 1 dan 2 di Perkap 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi," Imbuhnya Kombes Pol Latif Usman. (Hen)

Pelayanan Publik Polda Jatim Ramah Kaum Disabilitas



Barometer99.com, Surabaya-Jatim - Jalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Jatim berikan pelayanan khusus baik sarana dan prasarana pelayanan publik bagi kaum disabilitas di Jawa Timur. 

"Sarana dan prasarana pelayanan publik khusus kelompok rentan dan berkebutuhan khusus tersedia disemua  pelayanan publik bidang Regident Ditlantas dan Satlantas Polres jajaran Polda Jatim," tandasnya Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman, pada Selasa (25/5/2021). 

Pelayanan tersebut meliputi sarana dan prasarana yang sudah disediakan, baik loket khusus hingga tempat parkir khusus untuk roda dua dan empat. 

"Tersedianya loket khusus bagi kelompok rentan dan berkebutuhan khusus di tempat layanan. Tersedianya ruang tunggu khusus dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta tempat parkir khusus, baik R2 maupun R4," jelasnya. 
"Jalur khusus bagi pemohon disabilitas, serta menyediakan Kursi Roda / Tongkat. Kamar mandi khusus penyandang disabilitas, dan disiapkan pemandu layanan bagi kelompok rentan dan berkebutuhan khusus," pungkas Dirlantas usai rapat di gedung Rupatama Polda Jatim. 

Perlu di ketahui, jumlah layanan publik yang sudah siap dalam pelayanan khusus bagi kaum disabilitas ada 46 Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) jajaran, sementara untuk SIM ada 38 Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) di jajaran Polda Jatim. (Hen)

Komitmen Tidak Menyalahgunakan Narkoba, Anggota Polres Tulungagung Tanda Tangani Pakta Integritas



Barometer99.com, Tulungagung-Jatim - Upaya dalam pemberantasan dan memutus mata rantai peredaran narkoba, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, S.H., S.I.K., M.H., bersama seluruh pejabat utama dan anggota melaksanakan ikrar dan melakukan penandatanganan Pakta Integritas anti narkoba di halaman Mapolres Tulungagung, Selasa pagi, (25/5/21).

Kegiatan Diawali dengan pembacaan Asmaul Husna, pembacaan ikrar dan penandatanganan Pakta Integritas anti narkoba dipimpin Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH dikuti oleh seluruh anggota Polri dan PNS Polres Tulungagung.

Adapun Ikrar Yang Dibacakan Kapolres Tulungagung yakni :

Kami Keluarga Besar Polres Tulungagung Berikrar.

1. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Tidak Akan Menggunakan Narkoba Dalam Bentuk Apapun.

3. Siap Berkarya dan Berprestasi Tanpa Narkoba.

4. Siap memerangi dan memberantas Penyalahgunaan Narkoba Menuju Indonesia Sejahtrea. 

Setelah pembacaan Ikrar yang diikuti oleh seluruh personil Polres Tulungagung dilanjutkan penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Untuk Tidak Menyalahgunakan Narkoba oleh perwakilan Anggota Polri dan PNS Polres Tulungagung.
Kegiatan ini dilakukan, sesuai dengan instruksi pimpinan Polri dan Kapolda Jawa Timur, bahwa Polri khususnya Polres Tulungagung harus memberantas peredaran narkoba serta tidak akan terlibat dalam penggunaan maupun peredaran narkoba.

Pada kesempatan ini Kapolres Tulungagung menyampaikan arahan dan beberapa komitmen anti narkoba, salah satu diantaranya jauhi dan hindari penggunaan narkoba dalam bentuk dan jenis apapun.

“Hindari dan jauhi penggunaan narkoba dalam bentuk dan jenis apapun, berantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tulungagung,” Ucap AKBP Handono.

Selian masalah narkoba,  Kapolres Tulungagung menyampaikan beberapa penekanan diantaranya yakni, "Guru yang paling baik adalah pengalaman, pengalaman tidak harus diri sendiri tapi kita bisa belajar dari orang lain"

Kapolres mencontohkan di beberapa wilayah adanya penyalahgunaan narkoba oleh Anggota Polri.

“Bagaimana kejadian di Kota Bandung, Kapolsek dan anak buahnya menyalahgunakan narkoba, kejadian di jakarta dimana personil polri gak mau bayar malah melakukan penembakan, kejadian di surabaya juga sama, polisi malah jadi penyalahguna narkoba”. Ucapnya

“Ini harus jadi pelajaran kita semua, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani. kita swbagai anghota Polri harus tut wuri handayani, Kita harus menjadi contoh kepada orang lain, bukan malah sebaliknya”. terangnya

Penyalah gunaan narkoba oleh anggota Polri. Ini sudah diwanti oleh Kapolri dan Kapolda Jawa Timur. “tak ada toleransi untuk pengguna narkoba”. Tegas Kapolres 

Untuk menghindari perbuatan yang menyimpang dari aturan, Kapolres mengajak seluruh personil untuk selalu bersyukur.

“Ketika kita bersyukur maka rejeki akan dilimpahkan dan jika kufur nikmat maka azab Allah sangat pedih. Mari kita wijudkan rasa syukur kita dengan wujud, kita laksanakan Tugas, Wewenang dan tanggung jawab mau diawasi atau tidak diawasi kendalinya pada diri masing- masing”. Ujar Kapolres.

Tujuan dari dilaksanakan penandatanganan Pakta Integritas adalah untuk memperkuat komitmen bersama dalam penyalahgunaan narkotika maupun peredarannya serta menumbuhkan keterbukaan dan kejujuran serta memperlancar tugas yang berkualitas, efektif dan akuntabel juga termasuk untuk mewujudkan aparatur yang bertanggung jawab dan bermanfaat.

“Komitmen ini tidak hanya untuk operasional dalam pengungkapan kasus saja namun Komitmen ini juga berlaku untuk lingkungan internal Polres Tulungagung yang wajib bersih dan terbebas dari pengaruh Narkoba”. Lanjut Kapolres

Ia juga menyebut, komitmen yang diucapkan dan ditandatangani hari ini sebagai peringatan keras bagi seluruh anggota Polres Tulungagung.

“Jikalau ada anggota yang terlibat dan terbukti menyalahgunakan narkoba, tentu akan ditindak secara tegas sesuai prosedur dan Kode Etik Kepolisian,” pungkas AKBP Handono. (Hen)

Postingan Populer