Ritme Tidur Untuk Menjaga Kesehatan Ditengah Pandemi Covid-19
Oleh : Rifqohhul Husna/Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang/Fakultas Psikologi/KKN-DR 73 Pandemi Covid-19.
Tidur adalah keadaan istirahat alami yang dialami pada semua mahluk hidup. Tidur merupakan kebutuhan mahluk hidup yang harus dipenuhi selain makan, sandang, papan. Ditengah-tengah maraknya penyebaran virus korona saat ini, dengan angka kematian mencapai enam belas ribu orang yang terinfeksi selain kebutuhan biolologis, kebutuhan psikis juga harus terpenuhi dan seimbang agar imunitas tubuh tetap stabil.
Mengatur pola hidup sehat kini telah dilakukan oleh sebagian masyarakat awam yang paham dan mengerti akan bahaya virus korona ini, penyebaran yang begitu cepat membuat psikis kita juga terganggu yang mengakibatkan rasa takut dan cemas yang berlebihan, hal ini juga dapat mempengaruhi pola tidur dan ketidak teraturan ritme tidur pada umumnya.
Manusia pada umunya menghabiskan 1/3 hari dalam hidupnya untuk tidur. akan tetapi kebutuhan tidur disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Bayi cenderung banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Tidur memang banyak memberi manfaat. diantaranya mengembalikan energi, mood, dan bahkan meregenerasi sel kulit. pada saat terjaga di dalam otak terdapat gelombang beta, yang kemudian menjadi didtem kerja dalam ritme tidur manusia. Bisa kita bayangkan apabila kebutuhan tidur tidak terpenuhi energi pun ikut terkuras dan daya tahan tubuh ikut melemah, walaupun terus diisi asupan makanan.
Berikut ini, saya akan menjelaskan mengenai ritme tidur/tahapan tidur yang terjadi pada manusia :
- Gelombang otak menjadi kecil dan tidak beraturan, dan merasa berada diujung kesadaran dalam keadaan tidur ringan. Bila dibangunkan dalam keadaan ini, dapat mengingat fantasi-fantasi atau beberapa visual yang anda lihat pada saat pertama anda menutupkan mata, maka otak akan memproduksi gelombang alpha untuk menangkap fantasi atau visual yang pernah dilihat sebelumnya.
- Otak terkadang menghasilkan rentetan singkat gelombang yang cepat dan memiliki gelombang puncak yang tinggi yang biasa disebut dengan sleep spindle. Merupakan ganguan suara kecil yang sering datang saat ingin tidur sebelum terlelap dan benar-benar mengistirahatkan kinerja tubuh secara total, tapi kemungkinan tidak akan memngganggu tidur anda karna sleep spinder bekerja dialam bawah sadar seseorang.
- Sebagai tambahan gelombang yang menjadi karakteristik tahap 2, otak anda terkadang menghasilkan gelombang delta. Yang sangat lambat dengan puncak yg cukup tinggi. Pernafasan dan detak jantung akan melambat, oto-otot menjadi lemas/rileks, dan tahap ini anda mulai sulit dibangunkan
- Gelombang delta mengambil alih sebagian besar aktivitas , dan pada saat itu akan beradan dalam tidur. Pada saat ini , mungkin diperlukan guncangan yang kuat atau suara yang cukup keras untuk dapat dibangunkan. Kendati demikian anehnya jika suka berjalan sambil tidur, pada periode inilah hal itu paling mungkin terjadi . dalam hal ini kemungkinan melibatkan pola yang tidak biasa dari aktivitas gelombangdelta.
Setelah tahap empat yang terjadi dalam tidur, dikenal dengan istilah REM (Rapid Eye Movement) yaitu suatu kondisi pergerakan mata, hilangnya kekuatan otot dan pada saat ini mimpi tampak nyata. Pada kondisi ini juga kehilangan kesadaran mulai terjadi dan tubuh akan beristirahat secara total.
Pada masa pandemi ini, terkadang terjadi kecemasan dalam diri seseorang yang menyebabkan ritme tidur tidak terjadi semestinya sehingga ketika tersadar dari tidur, seseorang sering merasakan pusing dan badan pegal-pegal, hal ini terjadi karena tubuh tidak rileks dan proses tidru tidak terjadi semestinya.
0 Comments: